"Saya tidak tahu seperti apa di dalam tapi kalau lihat dari luar belum ada peran NU yang mendongkrak suara Pak Jokowi," ujar Ray dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12).
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang stagnan diketahui berdasarkan hasil survei internal tim kampanye internal Jokowi-Ma'ruf, Bravo 5.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam beberapa bulan terakhir juga menunjukkan hal serupa.
Ray menilai hal aneh mengingat Banten merupakan tempat lahir Ma'ruf dan banyak pesantren di provinsi tersebut.
"Saya pikir ini butuh kajian serius, cuma dugaan saya mungkin belum silaturahmi saja dengan tokoh ulama di Banten," katanya.
Menurut Ray, peran NU di daerah termasuk Banten mestinya dapat mendongkrak perolehan suara Jokowi-Ma'ruf. Terlebih Ma'ruf merupakan mantan Rais Aam PBNU dan sejak awal telah didukung untuk maju sebagai cawapres Jokowi.
"Saya lihat memang salah satu faktor (elektabilitas rendah) karena kurangnya peran NU. Mudah-mudahan nanti Januari sudah intensif bisa meningkatkan, lah," ucap Ray.
Salah satu tokoh agama Banten Abuya Muhtadi Dimyati sendiri kemarin telah mengimbau NU dan Muhammadiyah agar membantu Ma'ruf dalam pilpres 2019. Abuya mengatakan Ma'ruf merupakan saudara sehingga ia berharap semua pihak bisa membantu. (psp/wis)