FOTO: 'Gejolak' Gunung Anak Krakatau Sejak Juni 2018

Antara, CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 14:52 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum aktivitas vulkanis berujung tsunami ke Banten dan Lampung, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau beberapa kali bergejolak sejak Juni 2018.

Letusan Gunung Anak Krakatau memicu terjadinya tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan pantai Kabupaten Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12). (ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras)
Sore sebelum tsunami menerjang kawasan pantai di sekitarnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut. (ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat)
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada dengan zona bahaya di dalam radius dua kilometer. (ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras)
Gunung Anak Krakatau sendiri telah terpantau aktif sejak Juni 2018 lalu. Meski relatif kecil, namun erupsi terus terjadi hampir setiap hari. Foto diambil pada dari perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, 19 Juli 2018. (ANTARA FOTO/Elshinta/pras)
Lava pijar tampak memperlihatkan dirinya di Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung Selatan pada Kamis, 19 Juli 2018. Saat itu, erupsi terus terjadi sejak Rabu (18/7) sore hingga Kamis (19/7) pagi. Angkanya bahkan mencapai 117 kali letusan yang disertai asap kawah dan lontaran batu. (ANTARA FOTO/Elshinta)
Dua bulan setelahnya, Gunung Anak Krakatau kembali mengeluarkan material vulkanik yang terlihat dari kawasan Kalianda, Lampung Selatan, 4 September 2018. (ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia)
Menjelang akhir tahun, catatan sepanjang Jumat (30/11) hingga Minggu (2/12) pagi, Gunung Anak Krakatau mengeluarkan 218 letusan awan hitam setinggi 100-250 meter dengan durasi 31-77 detik diiringi 21 kali gempa vulkanik berdurasi 5-16 detik. (ANTARA FOTO/HO/Windy Cahya)
Terakhir, hampir dua pekan sebelum tsunami Selat Sunda, asap hitam menyembur akibat letusan Gunung Anak Krakatau, Senin (10/12). Data merekam, GAK mengeluarkan 204 letusan awan hitam setinggi 150-300 meter dengan durasi 31-72 detik diiringi 22 kali gempa vulkanik sejak Jumat (7/12) hingga Minggu (9/12). (ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki)