Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tahun 1883, Gunung Kratau meletus dahsyat karena saat itu ada tiga gunung yang meletus bersamaan.
"Gunung Anak Krakatau tidak akan seperti tahun 1883," kata Sutupo di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (25/12).
Tiga puncak gunung yang membentu Gunung Krakatau saat itu adalah Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuwatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru pada 1927, Gunung Anak Krakatau muncul dan terus tumbuh hingga saat ini. Gunung tersebut saat ini juga tengah erupsi yang merupakan bagian dari proses pertumbuhan gunung api tersebut.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut yang menyebabkan longsor bawah laut sehingga memicu gelombang tinggi tsunami di Lampung dan Banten. Tsunami tanpa didahului tanda-tanda seperti gempa dan surutnya air laut.
Jumlah ini ada kemungkinan akan terus bertambah karena penyisiran masih terus dilakukan Tim SAR gabungan di lima wilayah yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran.
Kabupaten Pandeglang jadi daerah paling parah terdampak tsunami di mana ada 290 meninggal, 1.153 luka-luka, dan 77 orang hilang.
Tonton juga video: BMKG Beberkan Kronologi Tsunami Selat Sunda
[Gambas:Video CNN] (fhr/sur)