Warga Aceh Berkemah di Lahan Bekas Tsunami

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 00:35 WIB
Sejumlah warga menggelar doa bersama dan bermalam di tenda yang dibangun di wilayah bekas terjadinya bencana tsunami Aceh 14 tahun lalu. Ilustrasi tsunami Aceh. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah warga dari berbagai kalangan usia meramaikan zikir dan doa bersama di tenda yang sengaja dibangun di lokasi bekas perkampungan Desa/Gampong Pante Mutia, Aceh Barat. Para warga juga bermalam di kemah yang dibantun dari terpal bertiang bambu di lokasi bekas bencana tsunami tersebut.

"Ini dilakukan untuk mengenang gampong kelahiran kami yang sudah hilang karena tsunami dan sudah kami tinggalkan sejak beberapa tahun lalu," kata seorang warga Zulfikar di Arongan Lambalek, seperti dikutip dari Antara, Rabu (26/12).

Kegiatan doa dan bermalam tersebut dilakukan untuk mengenang 14 tahun gempa dan tsunami Aceh. Warga juga mendirikan dapur umum sebagai petanda perkampungan itu masih ada.



Hampir semua penduduk Gampong Pante Mutia tersebut, saat ini telah direlokasi ke Gampong Seneubok Tengoh, Kecamatan Arongan Lambalek. Namun, mereka mengaku masih belum bisa meninggalkan sepenuhnya kampung kelahiran mereka itu.

"Setiap tahun kami buat kemah di sini, semua warga Gampong Pante Mutia datang berkumpul dan tinggal di sini selama satu hari satu malam, khususnya pada setiap hari peringatan tsunami," jelasnya.


Dengan cara tersebut, mereka bernostalgia dengan keluarga yang masih hidup. Mereka juga menceritakan kembali peristiwa tsunami kepada anak cucu mereka.

"Ada 88 kepala keluarga yang tinggal di sini dan kegiatan ini sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun. meski saat ini tinggal di area perkampungan orang, kami tetap mengingat kampung kami sendiri," imbuh Zulfikar.

Saat ini, wilayah bekas permukiman itu telah dimanfaatkan warga sebagai area pertanian. (Antara/agi)