Ia menyatakan sudah kewajiban baginya sebagai seorang ulama untuk memaafkan seseorang yang telah mengakui kesalahannya.
"Ya, sebagai seorang kiai tuh kalau ada orang minta maaf itu ya seperti saya katakan kemarin juga tentu harus saya maafkan," kata Ma'ruf saat ditemui di Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf sendiri mengaku merasa dirugikan terkait perlakuan tersebut. Ia pun berpesan agar peristiwa itu menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tak menyebarkan kabar hoaks di kemudian hari.
"Karena itu memang tindakan pihak kepolisian untuk mencegah penyebaran hoaks secara lebih luas, karena itu sudah merugikan suatu pihak, itu patut dipuji dan diapresiasi," kata Ma'ruf.
(rzr/wis)