Fahri Sebut Visi Misi Jokowi dan Prabowo Nir Terobosan

Antara, CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 08:55 WIB
Fahri Sebut Visi Misi Jokowi dan Prabowo Nir Terobosan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik keras visi-misi pasangan capres-cawapres, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Fahri, visi-misi kedua pasangan calon yang bakal bertarung di debat Pilpres 2019 tersebut tak punya terobosoan.

"Terus terang dokumen #VisiMisiCapres2019 tidak menampakkan perbedaan yang signifikan. Juga nir terobosan," kata Fahri dalam akun twitternya, Senin (31/12).

Padahal visi-misi itu menjadi bekal kedua pasangan calon saat debat Pilpres 2019 yang sedianya bakal digelar lima kali. Di sini Fahri berharap, debat yang dimulai 17 Januari 2019 nanti itu akan menyuguhkan tontonan menarik dengan terobosan-terobosan atas begitu banyak masalah selama ini.


"Semoga dalam #Debat2019 nanti kita akan menonton terobosan yang menarik atas begitu banyak masalah yang tidak selesai," ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.



Fahri sendiri memiliki sejumlah catatan terhadap dua dokumen visi-misi kedua paslon yang ia klaim sudah dipelajari. Menurut Fahri, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga lemah dalam memahami model negara yang mereka imajinasikan dengan fondasi yang sudah ada, takni Pancasila dan UUD 1945.

"Efek dari kelemahannya adalah dua dokumen ini gampang digugat soliditasnya," ucapnya.

Kedua, lanjut Fahri, sistematika menuntaskan masalah mesti melalui tiga tahapan utama, yakni pemantapan regulasi, manajemen kelembagaan, dan kepemimpinan. Menurut Fahri, ketiganya ini disebut sebagai pendekatan sistem, di mana untuk skala negara tentu memerlukan hal-hal ini.

Catatan lainnya, di mata Fahri, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga belum berinisiatif dan melakukan terobosan dalam mengkomunikasikan visi-misi mereka kepada rakyat selama kampanye.

"Kita belum melihat ini. Dugaan saya karena tidak jelas dan pijakan tidak jelas," kata Fahri.

Fahri mengambil contoh berdasarkan dokumen visi-misi, kedua paslon dinilai tidak mengerti mengambil untuk langkah konkret memberantas korupsi dalam lima tahun ke depan. Bagi Fahri tidak ada sistematika yang jelas dalam pemberantasan korupsi yang dicantumkan dalam visi-misi mereka. Ujung-ujungnya mereka akan menyatakan akan memperkuat KPK atau setuju dengan usulan KPK, dan lain-lain.

"Bagi rakyat ini merugikan," ucap Fahri.


Karenanya Fahri menilai, jika tak ada perbaikan, seberapa banyak pun poin yang ada dalam visi-misi ini akan menjadi janji-janji kampanye yang hanya enak didengar.

"Padahal untuk #CalonNomor01 kan harus menjawab apa yang sudah dijanjikan sementara #CalonNomor02 menambah janji baru," kata Fahri. (osc)