Sedianya sosialisasi visi dan misi kandidat digelar pada 9 Januari, sebelum debat perdana Pilpres 2019 yang digelar 17 Januari 2019.
Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya ingin agar para kandidat yang menyampaikan visi misi tersebut, bukan diwakilkan tim suksesnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya, agar masyarakat bisa langsung melihat gagasan dari dua kandidat yang bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan kali ini.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Kami ingin mendapatkan Presiden yang memimpin dengan sebenar-benarnya, bukan presiden yang mudah dikendalikan kekuatan lain," kata dia.
Sementara itu, Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa sosialisasi visi misi yang digelar KPU tak perlu dilakukan langsung oleh masing-masing kandidat.
"[visi-misi] itu cuma disosialisasi. Kan hanya penyampaian tim sukses saja. Bagi kita publik bisa melihat [penyampaian visi misi capres-cawapres] di debat," kata Arya dikonfirmasi terpisah CNNIndonesia.com.
Dia menyatakan penyampaian visi misi akan dilakukan oleh pasangan calon, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi, dalam acara debat perdana yang digelar 17 Januari 2019. Hal itu dianggap akan lebih bermanfaat karena bisa langsung diuji.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Sebelumnya Ketua KPU Arief Budiman menyebut acara sosialisasi visi dan misi calon presiden-wakil presiden terancam dibatalkan. Pembatalan itu akan dilakukan KPU jika kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi belum menemukan kata sepakat terkait konsep penyampaian.
"Pokoknya bagi KPU kalau belum sepakat tidak usah diselenggarakan," ujar Arief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).
(fra/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen