429 Korban Tsunami Selat Sunda Dimakamkan

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 15:10 WIB
429 Korban Tsunami Selat Sunda Dimakamkan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban tewas akibat bencana tsunami Selat Sunda hingga Rabu (2/1), pukul 13.00 WIB mencapai 437 orang. Dari jumlah itu tim evakuasi telah memakamkan 429 jenazah. Sisanya, delapan jenazah masih belum terdentifikasi.

"429 jenazah sudah dimakamkan dan 8 jenazah belum teridentifikasi," kata Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta.

Untuk korban luka-luka, BNPB mencatat ada 1.459 orang dan 10 orang hilang. Sementara jumlah pengungsi tercatat 36.923 orang.


Data itu tak berbeda jauh dengan jumlah korban pada Senin (31/12). Saat itu BNPB menyatakan ada 437 orang tewas, 1.459 orang luka, dan sembilan korban belum teridentifikasi.

Sutopo mengatakan untuk para pengungsi saat ini masih tersebar di sejumlah titik. Di daerah Pandeglang, Sutopo mengatakan para pengungsi tersebar di gedung sekolah.

Pemerintah daerah akan segera membangun hunian sementara agar tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di gedung sekolah.

"Sekitar 11 ribu lebih masyarakat mengungsi di sekolah-sekolah, apalagi nanti tanggal 7 Januari siswa sudah kembali bersekolah, maka akan dibangun hunian sementara," ujar Sutopo.

Gelombang tsunami Selat Sunda pada 22 Desember lalu menerjang sejumlah pesisir pantai di kawasan Banten dan Lampung. Gelombang itu diduga dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat 14 hari di Pandeglang, Banten. Di Lampung Selatan masa tanggap darurat berlaku tujuh hari, lalu diperpanjang selama satu minggu terhitung sejak 30 Desember lalu.

(din/wis)