Usai Tsunami Selat Sunda, Jokowi Minta Kawasan Pesisir Ditata

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 13:39 WIB
Usai Tsunami Selat Sunda, Jokowi Minta Kawasan Pesisir Ditata Presiden Joko Widodo mengunjungi wilayah terdampak tsunami di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1). (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Lampung, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta tata ruang dan tata wilayah di seluruh pesisir Indonesia dikaji ulang, utamanya wilayah yang sangat rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Menurut Jokowi, kajian ulang tata ruang penting demi meminimalkan kerusakan bangunan serta korban jiwa sebagai dampak dari bencana alam.

Kata dia, bencana akan selalu mengintai, dan itu akan terus menjadi ancaman jika masyarakat tidak bisa mengantisipasinya. Makanya, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, tata ruang dan tata wilayah pesisir seharusnya tidak hanya memikirkan kepentingan saat ini maupun 10 tahun mendatang, namun bisa mencapai 50 tahun ke depan dan lebih.

"Saya kira memang perlu penataan tata ruang kembali terutama di tempat-tempat, lokasi-lokasi, ruang-ruang yang kemungkinan bencana terutama tsunami dan berada di garis-garis ring of fire itu mulai diadakan penataan ulang untuk tata ruangnya," kata Jokowi di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu (2/1).



Jokowi berkaca pada bencana tsunami yang melanda Lampung dan Banten pada Sabtu (22/12) silam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Desember 2018 mencatat, terdapat 437 korban meninggal dunia, 14.059 orang mengalami luka-luka, dan 33.721 masyarakat telah mengungsi.

Pasca-Tsunami Selat Sunda, Jokowi Minta Kaji Ulang Tata RuangDampak tsunami Selat Sunda. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Jumlah itu juga termasuk dengan korban di Kabupaten Lampung Selatan yang mencapai 118 orang dan 490 unit rumah rusak berat. Banyaknya korban jiwa ini disebabkan karena rumah-rumah warga tepat berada tepat di bibir pantai.

Sebagai tahap awal dari penataan tata ruang dan tata wilayah pesisir, Jokowi meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun hunian baru di Kabupaten Lampung Selatan dengan jarak 400 meter dari hunian yang lama. Tanah seluas 2 hektare pun telah disiapkan demi membangun rumah-rumah baru tersebut.


"Kita akan masuk ke tahap rekonstruksi dan pembangunan, tidak ada hunian sementara. Ini akan dibangun rumah tapi 400 meter dari sini. Direlokasi, dipindahkan, karena lokasinya di sini sangat rawan tsunami," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, penataan kembali tata ruang dan tata wilayah pesisir adalah bagian dari mitigasi dampak bencana alam oleh pemerintah. Selain ini, pemerintah juga berharap bisa memasukkan kurikulum tentang penanganan bencana baik di tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Dan pendidikan mengenai kebencanaan ini harus sudah dimulai Januari ini. Terutama bagi daerah yang kemungkinan adanya bencana besar, baik itu tanah longsor, gempa, tsunami semuanya dimulai," ucap Jokowi.

(glh/ain)