Hal ini disampaikan Arief usai mengecek ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam hingga Kamis (3/1) dini hari.
"Saya sampaikan kepada kepolisian untuk melacak, mencari siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini," kata Arief.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan dalam rekaman itu bahwa surat suara tercoblos untuk calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Menurut Arief kabar bohong tersebut sengaja digulirkan untuk merusak penyelenggaraan pemilu serta menjatuhkan martabat KPU RI.
"Orang jahat yang menggangu pemilu kita, mendelegitimasi penyelenggara [pemilu] harus ditangkap. Kami akan melawan, kami berharap pelakunya segera ditangkap," kata Arief.
"Rencananya ke Mabes Polri, tadi sudah dilaporkan ke Cyber Crime Mabes Polri," katanya saat dihubungi Antara, Kamis dinihari.
Sementara itu, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari menyampaikan bahwa pihaknya belum mencetak surat suara. Menurut Hasyim, surat suara baru akan dicetak sekitar setelah pertengahan Januari 2019. Saat ini masih dalam proses validasi.
Senada dengan Arief, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad Afifuddin yang juga ikut dalam pengecekan malam hari ini menyayangkan beredarnya kabar bohong tersebut. Menurutnya, kabar bohong semacam itu perlu diantisipasi.
"Berita bohong harus kita lawan dan kita klarifikasi kebenarannya," ujarnya.
(fhr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi