Pencarian 20 Korban Longsor Sukabumi Dilanjutkan

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 09:54 WIB
Pencarian 20 Korban Longsor Sukabumi Dilanjutkan Personel gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dengan alat berat di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyampaikan 20 warga terdampak bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, belum ditemukan hingga Kamis (3/1).

BPBD Sukabumi merilis nama 20 orang yang masih hilang saat longsor. Data tersebut berdasarkan laporan keluarga yang hingga kini masih mencari kerabatnya.

"Nama korban yang belum ditemukan tersebut merupakan hasil laporan warga yang merasa kehilangan anggotanya keluarganya setelah bencana tanah longsor melanda Desa Sirnaresmi," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman dikutip Antara.



Nama warga yang dilaporkan hilang saat bencana longsor pada 31 Desember 2018 itu meliputi Sukiat, Enah, Madtuha, Aryanah, Elni, Sugandi, Adsih, Emah, Mirha, Armi, Suyeti, Asep, Serli, Ecih, Lina, Ruhesih, Mulyani, Adsa, Miah dan Andra.

BNPB sebelumnya menyebut korban tewas akibat longsor di Sukabumi mencapai 15 orang. Sementara 13 korban meninggal dan sudah diidentifikasi meliputi Hendra (38), Sasa (4), Ukri (50), Riska (27), Rita (15), Yanti (38), Ahudi (60), Suryani (35), Jumhadi (47), Yarni (26), Sukiman (75), Umih (70) dan Enda (43).

Pada hari ketiga upaya pencarian kali ini, tim SAR gabungan beranjak ke lokasi tempat korban tertimbun longsoran tanah dan menyiapkan alat berat untuk menyingkirkan puing rumah, lumpur dan material longsoran.


Selama upaya pencarian tim evakuasi juga waspada karena hujan sewaktu-waktu turun dan bisa memicu tanah longsor. Pada Kamis dini hari, wartawan yang meliput upaya pencarian korban mendengar suara gemuruh dari lokasi longsor.

BNPB menyebutkan hingga 1 Januari lalu sudah terjadi empat kali longsor susulan, meskipun jumlah longsoran lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan. Belum lagi daerah Cisolok memang merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi. 

Data yang dirangkum hingga saat ini menyebutkan jumlah korban sebanyak 101 jiwa, 63 orang selamat, 3 orang luka, 15 orang meninggal, dan 20 orang hilang. Jumlah korban hilang ini belum berubah sejak pencarian Rabu (2/1) pagi.

(Antara/pmg)