"Indonesia kan dikenal sebagai penduduk muslim terbesar, mungkin banyak yang ingin tahu capres ini bisa baca alif, ba, ta, tsa, apa enggak," ujar Helmy di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/1).
Tes baca Alquran ini sebelumnya diusulkan Dewan Ikatan Dai Aceh bagi pasangan capres-cawapres. Tes itu diharapkan bisa mengakhiri politik identitas yang marak belakangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau capresnya mau datang terserah, kalau enggak mau ya itu hak mereka. Jadi diserahkan ke masing-masing," katanya.
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin sebelumnya mengaku siap ke Aceh untuk mengikuti tes baca Alquran.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI juga tidak mempersoalkan jika tes baca Alquran digelar bagi calon presiden-wakil presiden. Demikian juga bila para kandidat menghadiri undangan tersebut.
Hal itu menjadi kesepakatan masyarakat setempat dengan para kandidat.
Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari mengatakan masyarakat punya kriteria dalam memilih pemimpin. Kompetensinya itu dibuktikan dengan berbagai uji kemahiran yang dimiliki, termasuk membaca Alquran.
Maka dari itu, berbagai usulan terkait tes bisa saja dilakukan selama tidak menyalahi aturan.