Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan pihaknya telah memiliki sederet catatan atau isu yang bisa diangkat di dalam debat nanti.
Menurut dia, catatan-catatan itu didasarkan pada bukti-bukti empiris yang juga telah diketahui masyarakat secara umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN itu belum mau membeberkan secara detail catatan-catatan empiris yang akan mereka angkat tersebut.
"Detailnya, tunggu aja nanti. Kalau disampaikan sekarang, jadi tidak menarik," ucap Saleh.
Persoalan HAM, lanjutnya, hanya tinggal bagaimana menghadapinya di masa kini dan mendatang. Hal tersebut, kata Saleh, bisa dijawab sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada dan berdasarkan konvensi atau kesepakatan-kesepakatan internasional yang ada.
Saleh pun menegaskan pihaknya tidak khawatir bila kubu Jokowi-Ma'ruf Amin mempersoalkan kembali dugaan pelanggaran HAM untuk menyerang Prabowo.
Dia menilai Prabowo sudah berpengalaman menghadapi dan menjawab isu tersebut sejak mengikuti kontestasi Pilpres 2009 silam.
"Prabowo kan sudah yang ketiga kali ini dicalonkan. Orangnya sama. Sejarah perjuangan hidupnya sama. Tentu saja, yang dibahas pun tidak jauh beda dari itu," ujar dia.
Sejauh ini telah ada delapan orang yang akan menjadi panelis dalam debat tersebut.
Mereka adalah pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, mantan ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, dan pakar hukum tata negara Margarito Kamis. (mts/wis)