Soal Sepak Bola, Ma'ruf Ingin indonesia Seperti Saat ia Muda

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 03:51 WIB
Soal Sepak Bola, Ma'ruf Ingin indonesia Seperti Saat ia Muda Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyatakan semasa dirinya masih muda, banyak orang yang cukup bangga dengan kiprah timnas Indonesia di kancah dunia. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut dua Ma'ruf Amin mengenang sepakbola Indonesia saat dirinya masih muda. Pria 75 tahun itu pun memimpikan sukses tim nasional sepak bola tanah air dapat seperti dulu.


Ia bercerita saat masih muda dulu penampilan tim nasional Indonesia begitu ditakuti negara lain, terutama para negara jiran.


"Jadi saat saya muda tim nasional kita itu hebat. Kalau Korea Selatan sih lewat, Rusia kita bisa tahan, lalu Australia kita kalahkan. Tapi itu dulu," kata Ma'ruf di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (6/1).




Oleh karenanya, ia mengatakan jika ingin sepak bola Indonesia kembali berjaya, harus ada perubahan yang dilakukan. 

Pertama, ia menyampaikan harus ada pembenahan dalam memilih bakat pemain. Dari sana, tinggal bagaimana tim nasional memilih pelatih yang tepat untuk memimpin nantinya.


"Jadi, perpaduan antara pemain pintar dan pelatih cerdas. Itu untuk menang dan maju terus. Jadi pemain dan pelatih bisa diperebutkan. Orang puas nontonnya karena permainannya bagus, Kalau dulu bisa kenapa sekarang tidak bisa," katanya.

Janji Berantas Mafia Bola

Selain hal tersebut, Ma'ruf menjanjikan untuk membenahi manajemen sepak bola Indonesia termasuk memberantas mafia yang ada di dalamnya.


"Untuk merasa puas sepakbola kita harus dibersihkan kelompok mafianya. Saya tentu kalau terpilih akan berkomitmen membangun sepak bola yang baik. Bola disukai semua orang ya, tidak hanya kiai, semua juga suka," ujar dia.


"Karena itu harus dikelola dengan baik. Manajemen pengelolaan harus baik. Pencegahan harus dilakukan seefektif soal mafia. Memang tidak mudah, tapi harus kalau kita ingin maju. Kalau tidak terpuruk," tambah Ma'ruf.


Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini sudah seharusnya mafia bola diberantas hingga akarnya. Jika kalau tidak ia menilai permainan sepak bola dengan mafia sama seperti 'main sabun'.



Sejauh ini melalui Satgas Anti-Mafia Bola Polri kepolisian sudah menetapkan empat tersangka mafia bola dalam kasus pengaturan skor. 

Mereka yang ditangkap antaranya anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, putrinya Anik Yuni Artikasari, dan mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Ia menambahkan jika semua sudah dibenahi secara tuntas, mimpi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia barulah diupayakan untuk terwujud.

"Kalau ingin jadi tuan rumah Piala Dunia, ya harus tertib. Harus berprestasi. Kalau itu tak dicapai, mustahil kita bisa jadi tuan rumah. Indonesia saja bisa jadi penyelenggara Asian Games dan sukses kok. Jadi kita juga ingin jadi tuan rumah Piala Dunia," kata Ma'ruf.

(ryh/kid)