"Dari PAN meski pun pamor Amien Rais relatif redup tetapi masih ada figur-figur lain yang bisa dimunculkan yang bisa menambah pendongkrak untuk lolos (dari batas bawah minimal parlemen)," ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (8/1).
Dari survei LSI Denny JA yang dilakukan selama lima bulan berturut-turut, suara yang diperoleh PAN masih berada di bawah PKS dan PPP. Pada Agustus PAN memperoleh suara 1,4 persen, pada September sebanyak 1,5 persen, Oktober mendapat 1,9 persen, November mendapatkan 1,6 persen dan Desember hanya mendapatkan 1,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk PKS memperoleh sebanyak 3,9 persen suara pada Agustus, 4,1 persen pada September, 2,6 persen pada Oktober, 2,9 persen pada November dan 3,3 persen pada Desember.
Hal berbeda justru diperoleh PKB. Pada bulan Agustus, PKB mendapatkan 6,7 persen, September sebanyak 5,4 persen, Oktober mendapatkan 6,3 persen, November mendapatkan 6,2 persen dan Desember sebanyak 6,9 persen.
Ardian sendiri mengaku pihaknya harus lebih dulu mengkaji perihal yang menyebabkan pamor Amien saat ini menurun.
"Memang Pak Amien Rais dulu, ini sudah membuktikan lolos ke PT (parliamentary threshold) di 2004, 2009, seiring berjalannya waktu pamor bisa naik turun. Saat ini pamornya Amien Rais berbeda dengan dahulu. Dulu sangat powerfull sekarang menurun," tuturnya.
Menurut Ardian terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan elektabilitas partai menurun seperti figur kuat dalam partai dan program yang disukai dan diterima oleh publik. Jika keduanya tidak ada, kata dia, maka suara partai tetap akan rendah.