Megawati Ungkap Kisah di Balik Terpilih Jadi Wapres Gus Dur

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 16:53 WIB
Megawati Ungkap Kisah di Balik Terpilih Jadi Wapres Gus Dur Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menceritakan sejarah dirinya dipilih sebagai Wakil Presiden untuk mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada Pemilu 1999. Kala itu, ia menyebut PKB memohon kepada dirinya untuk menjadi Wapres.

"Jadi saya ini unik yang mencalonkan sebagai wapres waktu itu adalah PKB," ujar Megawati dalam peringatan HUT ke-46 PDIP di JIExpo, Jakarta, Kamis (10/1).

Sebelum menerima permohonan itu, Megawati mengaku sempat menolak. Sebab, ia berkata Kongres PDIP memerintahkan dirinya selaku Ketum untuk menjadi presiden.


Bahkan, ia mengatakan secara de facto dirinya dapat terpilih menjadi presiden jika pemilu dilakukan secara langsung.

"Tapi waktu itu kan masih di MPR, jadi namanya politik, jadi yang jadi yaitu Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Tapi beliau bilang 'Mbak yang jadi wakil presiden saya ya'," ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati bercerita tentang almarhum Matori Abdul Djalil selaku Ketum PKB kala itu memohon kepada dirinya untuk menjadi wapres mendampingi Gus Dur.

Ia berkata Matori sampai beberapa kali memohon karena dirinya sepat berisikeras menolak demi mematuhi perintah Kongres.

"Beliau itu sampai 'nyuwon-nyuwon, ayo tho mbak'. ''Saya ndak mau kalau PDIP suruh nyalonken yang mestinya presiden terus jadi wakil presiden," ujar Megawati.

Terkait dengan hal itu, Megawati pun mengingatkan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang hadir dalam HUT PDIP untuk tak melupakan hal tersebut. Tanpa menjelaskan alasannya secara rinci, Megawati menyebut Cak Imin kerap melupakan hal tersebut.

"Jangan lupa lho Pak Muhaimin. Pak Muhaimin suka lupa," ujarnya.

Singkat cerita, Megawati menyampaikan akhirnya dia menjadi presiden dan berdampingan dengan politkus PPP Hamzah Haz.

Keakraban Dengan Tokoh

Lebih jauh Megawati menambahkan, saat ini dia heran dengan arah bangsa. Padahal para tokoh dan politikus seperti dirinya saling menjaga hubungan meski memiliki perbedaan politik di masa lalu.

"Ini sebenarnya tokoh-tokoh yang sudah senior yang menunjukkan keakrabannya. Jadi seperti yang tadi saya katakan, maunya bangsa ini seperti apa ya?," ujar Megawati.

Ia mencontohkan keakraban dirinya dengan mantan Wapres Try Sutrisno. Padahal, ia menyebut Try pernah menjadi pengawal mantan Presiden Soeharto.

"Karena apa? Ini semua demi kecintaan Indonesia raya," ujarnya.

(jps/osc)