Hasto menyatakan pihaknya akan kembali menyeret Obor Rakyat ke ranah hukum apabila lagi-lagi mengabarkan berita fitnah bagi Jokowi dan juga Ma'ruf Amin.
"Kalau nanti terbitannya fitnah, biarkan hukum yang bicara," kata Hasto di kawasan JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya proses pengadilan sebelumnya kemudian dihukum, ini menghasilkan efek jera," kata dia.
Lebih lanjut, Hasto merasa yakin bahwa banyaknya kabar hoaks yang diarahkan kepada Jokowi tak memiliki dampak bagi kepercayaan rakyat.
"Ini yang harusnya diingatkan karena fitnah yang dilakukan pada Jokowi terbukti tidak diterima rakyat. Semakin banyak fitnah dilakukan, saya yakin rakyat tidak terpengaruh," ungkapnya.
Terpisah, Juru Bicara TKN, Irma Suryani Chaniago mengimbau bagi masyarakat maupun pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk mewaspadai kehadiran Tabloid Obor Rakyat.
Ia mewanti-wanti agar para pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk melaporkan tabloid tersebut bila kembali memproduksi berita hoaks.
"Semua pihak harus mengawal dan melaporkan jika yang bersangkuta kembali beraktivitas hoaks," jata Irma kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Kamis (10/1).
Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono mengklaim masyarakat banyak yang menunggu Obor Rakyat terbit kembali. Dia memastikan bakal meningkatkan kredibilitas berita Obor Rakyat.
"Jika kami tidak kredibel, kami ditinggalkan pembaca. Tetapi buktinya kan Obor Rakyat banyak yang nunggu," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/1). (rzr/osc)