Walau Bom Palsu, KPK Nilai Itu Teror Pemberantasan Korupsi

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 05:50 WIB
Walau Bom Palsu, KPK Nilai Itu Teror Pemberantasan Korupsi Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan walaupun bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo palsu, itu tetap ancaman bagi pemberantasan korupsi. NN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan apapun temuan kepolisian terkait bom di kediaman dua pimpinan KPK tetap disebut sebagai bentuk ancaman yang harus diungkap.

Hal itu ia sampaikan menanggapi pernyataan pihak kepolisian yang memastikan bom yang ditemukan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, palsu. "Bukan hanya soal apakah itu misalnya pipa yang diisi semen putih tetapi ini merupakan upaya untuk mengganggu atau meneror pimpinan KPK," kata Febri di kantor KPK, Jakarta, Kamis (10/1).

Ancaman yang melanda tubuh KPK tak hanya terjadi sekali. Menurut Febri, jika pelaku teror tidak segera diungkap, KPK mengkhawatirkan akan terjadi kembali aksi teror berikutnya.


"Kalau pelaku tidak ditemukan, mungkin ada pelaku-pelaku atau teror teror berikutnya," kata Febri.


Maka dari itu, KPK akan terus mendorong polisi untuk mengungkap siapa dalang dibalik aksi teror tersebut. Menanggapi soal pembentukan satgas khusus yang disarankan banyak pihak untuk mengungkap pelaku teror, Febri mengatakan jika permintaan tersebut ditujukan kepada Joko Widodo maka, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada presiden.

"Tentu menjadi domain dari Presiden untuk memutuskan apa yang akan dilakukan. Apakah masih tetap dipercayakan pada tim yang sudah ditunjuk oleh Polri saat ini atau ada hal-hal lain," katanya.

Lalu, Febri enggan memaparkan mitigasi risiko keamanan yang akan diterapkan. "Tentu sebaiknya tidak disampaikan ya karena itu bagian dari strategi pengamanan sendiri," kata dia.

Diketahui aksi teror dialami oleh dua Komisioner KPK yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, Rabu (9/1). Ditemukan bom pipa palsu di kediaman Agus di kawasan Perumahan Graha Indah, Bekasi.


Sedangkan, dirumahLaode dikawasanKalibata,Jakarta Selatan ditemukan botolberisispiritus dan sumbu api yang salah satu di antaranya mengakibatkan terjadinya ledakan dan menyisakan bekas hitam di dindingrumahLaode.

Polisi pada Kamis (10/1) menyatakan berdasarkan hasil investigasi, bom yang ditemukan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, palsu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal.

Iqbal mengatakan bom palsu itu dikirim hanya untuk menakut-nakuti. "Polri simpulkan bom yang ditemukan di lokasi kediaman Ketua KPK adalah bom palsu," kata Iqbal, Kamis (10/1).

Hasil investigasi tersebut kata Iqbal merupakan kesimpulan dari hasil analisa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

(dni/agt)