Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyatakan pemeriksaan saksi untuk kasus di rumah Laode terus bertambah.
"Per hari ini ada saksi 11 orang yang kita periksa dari korban, keluarga, dari orang yang tinggal di situ," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan saksi, Argo mengatakan ada pihak yang mendengar suara lemparan gelas. Kemudian ada pula saksi yang mendengar suara motor roda dua.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Nanti kita akan evaluasi seperti apa. Kita ingin melihat mengetahui ketajaman atau siapa saja yang ada di CCTV itu. Kita masih menunggu hasil dari lab forensik," ujar dia.
Tak hanya itu, polisi juga sudah memeriksa Laode untuk dimintai keterangan.
Laode baru mengetahui keberadaan bom tersebut pada Rabu (9/1), saat sopir Laode baru saja datang ke rumah dan mendapati ada sebotol bom molotov bertengger di depan rumahnya dengan keadaan sumbu masih menyala.
"Kebetulan salah satu bom molotovnya itu posisinya berdiri ketika dilempar, kalau yang di atas kan terbakar besar, kebetulan itu berdiri gitu enggak pecah pertolongan Allah," ujar Laode.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. (CNN Indonesia/Andry Novelino)