KPU Tolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi, Masanya Telah Usai

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 13:23 WIB
KPU Tolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi, Masanya Telah Usai Ketua KPU Arief Budiman memastikan semua dokumen terkait Pilpres 2019 sudah tak dapat diubah karena masa pendaftaran telah usai. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak revisi dokumen visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua KPU Arief Budiman memastikan semua dokumen terkait Pilpres 2019 sudah tak dapat diubah. Perubahan dokumen visi dan misi itu baru diserahkan ke KPU pada Kamis (10/1).

"KPU menerima seluruh dokumen pendaftaran pada masa pendaftaran. Nah, dokumen itu salah satunya dokumen visi misi," kata Arief ditemui di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).



Oleh karena itu, saat BPN menyerahkan dokumen visi dan misi yang baru, pihaknya pun tidak bisa menerima. Lantaran kata dia, masa penyerahan dokumen sudah lewat.

"(Tak bisa terima) kan sudah jelas, KPU hanya terima dokumen pendaftaran di masa pendaftaran," kata dia.

Arief menjelaskan mengapa dokumen visi dan misi yang baru milik Prabowo-Sandi itu sempat terunggah di situs KPU. Hal ini menurutnya, karena sempat terjadi miskomunikasi di pihak Sekertariat KPU yang mengira bahwa dokumen itu untuk kepentingan debat.

"Kemarin teman-teman itu salah memahami, dikira ada dokumen visi misi untuk debat, tapi kan sudah kita turunkan," katanya.


Lebih lanjut, Arief pun menyebut pihaknya akan tetap menggunakan dokumen visi dan misi lama milik BPN. Hal itu juga berlaku untuk para panelis debat yang membuat pertanyaan bagi kedua pasangan calon.

"Gunakan yang lama, kemarin juga untuk kisi-kisi debat kami serahkan ke panelis itu yang lama," kata dia.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan perubahan visi dan misi hanya untuk estetika. Menurutnya, perubahan itu dibuat agar mudah dibaca.

"Ya kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (11/1).

Dahnil mengatakan ada empat poin yang diperhatikan dalam visi dan misi yang baru. Salah satunya, penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

(tst/pmg)