BPN: Visi Misi Prabowo-Sandi Diubah untuk Kebutuhan Estetika

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 09:44 WIB
BPN: Visi Misi Prabowo-Sandi Diubah untuk Kebutuhan Estetika Jubir BPN Prabowo-Sandi ungkap alasan ubah visi misi di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku perubahan visi dan misi Prabowo-Sandi dilakukan hanya untuk estetika saja.

Diketahui kubu Prabowo-Sandi memang baru saja melaporkan adanya perubahan Visi dan Misi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis (10/1) kemarin.

Dahnil sendiri mengaku tak ada hal yang signifikan yang mereka ubah, hanya beberapa kalimat, struktur bahasa, dan layout tampilan visi misi saja demi kepentingan estetika dan juga supaya mudah dipahami masyarakat.


"Ya kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (11/1).


Meski mengutamakan estetika, Dahnil mengaku memang ada empat poin hal yang diperhatikan saat visi dan misi itu diubah. Yakni pertama kata Dahnil, penggunaan bahasa yang nudah dipahami oleh rakyat.

Kedua kata dia, memperkuat referensi dan dasar utama visi dan misi berlandaskan pada Pancasila dan UUD 45.

"Dimana perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33," kata Dahnil.

Visi Misi Prabowo-Sandi Diubah, BPN Sebut Kebutuhan EstetikaPrabowo-Sandi ubah visi misi jelang debat pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Untuk poin tiga yakni dilakukan untuk memperkuat pesan Visi masa depan pemerintah Prabowo-Sandi yang ingin menghadirkan rasa aman untuk semua, adil untuk semua, makmur untuk semua.

"Pokoknya rakyat yang utama. Dan juga poin terakhir itu tadi, ada perubahan layout agar lebih menarik," kata dia.


Yang jelas kata dia, tak banyak substansi yang diubah dari visi misi milik pasangan calon nomor urut 02 itu.

"Substansi-substansinya tidak banyak berubah kecuali tata bahasa dan estetika saja," kata dia.

(tst/DAL)