"Saya pikir harus dihargai dong, jangan terus 'itu politik', jangan buru-buru ke sana," ujar Moeldoko usai acara deklarasi GK Pengusaha Jokowi di D'Cost VIP, Jakarta Pusat, Minggu (13/1).
Hal ini diungkap menanggapi anggapan bahwa dibentuknya tim penyelidikan ini terkait jelang debat Pilpres 2019 pada 17 Januari. Debat perdana itu akan mengangkat tema hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme. Aktivis hak asasi manusia Haris Azhar mengungkap kekhawatirannya tim ini dibuat untuk menyediakan jawaban buat Jokowi saat debat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hanya peristiwa kriminal, hanya siapa pelakunya itu saja. Jadi tolong ini masyarakat menjustifikasinya (mempertimbangkannya) yang tepat," tuturnya.
Surat tugas bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 sudah ditandatangani oleh Tito pada 8 Januari 2019. Diketahui setidaknya ada 65 nama yang masuk dalam tim gabungan tersebut. Dilibatkan pula anggota Densus 88 Antiteror Polri serta tim dari KPK.
Tim pakar pun dilibatkan dalam tim khusus itu, yang terdiri dari mantan wakil ketua KPK Indriyanto Seno Adji, peneliti utama LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.
Pada 11 April 2017, salah satu penyidik KPK Novel Baswedan mendapat serangan berupa siraman air keras ke wajahnya. Saat itu, Novel baru saja menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya dan mengakibatkan mata kiri Novel rusak.
Pihak kepolisian pun telah menyebarkan sketsa pelaku yang diduga menyiramkan air keras kepada Novel. Namun, sampai hari ini, belum ada titik terang siapa pelaku di balik kasus Novel Baswedan tersebut. (din/eks)