ILUNI Imbau Alumni Tak Pakai Simbol UI dalam Politik Praktis

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 17:48 WIB
ILUNI Imbau Alumni Tak Pakai Simbol UI dalam Politik Praktis ILUNI UI minta simbol dan nama Universitas Indonesia tak dipakai dalam politik praktis. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) mengimbau agar seluruh alumni tidak menggunakan nama Universitas Indonesia dan logo makara dalam berbagai kegiatan politik praktis. Alumni pun diminta tidak menggunakan atribut-atribut yang berkaitan dengan UI dalam kegiatan politik praktis itu.

"Mengimbau para alumni UI untuk tidak menggunakan nama lembaga Universitas Indonesia dan ILUNI UI ataupun logo makara UI begitu juga jas atau jaket almamater dalam kegiatan politik praktis, sesuai batasan dalam statuta UI," kata Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (14/1).

Ia menegaskan ILUNI UI tetap menjaga independensi dan tidak berpolitik praktis. Atas dasar posisi itu, menurutnya, ILUNI UI telah mengerjakan sejumlah hal seperti mendukung alumni UI yang berkarya di semua partai politik, calon anggota legislatif (caleg), tim sukses, hingga relawan demi mewujudkan proses demokrasi lima tahunan yang berkualitas dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara.


Terpisah, Sekretaris Jenderal ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan pihaknya mempersoalkan dukungan kelompok yang mengatasnamakan alumni UI kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, setiap alumni UI memiliki hak politik dan boleh memberikan dukungan sebagai komunitas alumni UI.

"Masing-masing alumni sebagai warga negara mempunyai hak, termasuk hak politik. Boleh saja memberikan dukungan sebagai komunitas alumni UI," kata Andre lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/1).

Dia menerangkan dukungan yang disampaikan setiap kelompok alumni UI kepada pasangan capres-cawapres tertentu dibolehkan selama tidak menyatakan diri sebagai Iluni UI, sebagai organisasi, dan menggunakan logo makara atau jaket kuning almamater UI.

Lebih jauh, Andre membantah pihaknya mengeluarkan surat somasi atas kegiatan dukungan kelompok Alumni UI pada Jokowi-Ma'ruf.

Dia berkata surat somasi yang beredar di media sosial dikeluarkan pihaknya pada Desember 2018 silam saat menyikapi peredaran sebuah meme yang membawa nama dan logo Iluni UI.

"Somasi itu kami keluarkan Desember lalu atas meme yang membawa foto dan nama Iluni UI. Somasi ini bukan atas kegiatan pemberian dukungan 12 Januari yang lalu," ucapnya.

Ribuan orang berkaus kuning pada Sabtu (12/1) memadati kawasan Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk mengikuti deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf.

Mereka mengatasnamakan Gerakan Alumni Universitas Indonesia untuk Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Acara itu dihadiri langsung oleh Jokowi.

Dalam acara itu, Jokowi mengatakan pengalaman menjadi wali kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, dan presiden adalah bekalnya untuk memimpin kembali Indonesia selama lima tahun ke depan.

Jokowi menyatakan pengalaman menjadi hal yang penting saat dipercaya menjadi pejabat publik. Meski demikian, dia mengaku butuh waktu untuk beradaptasi.

"Di sebuah kota saya perlu 1-2 tahun untuk belajar, apa lagi untuk kelola negara. Butuh waktu berapa tahun pertanyaan saya?" ujar Jokowi. (mts/wis)