BNPT Beri Masukan Jokowi soal Penanganan Teroris Jelang Debat

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 15:31 WIB
BNPT Beri Masukan Jokowi soal Penanganan Teroris Jelang Debat Kepala BNPT Suhardi Alius menyatakan salah satu metode andalan Indonesia dalam menangani teroris adalah pendekatan lunak. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calo presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) bakal mengikuti debat capres perdana untuk Pilpres 2019 malam ini. Pria yang menjadi capres nomor urut 01 itu akan beradu pendapat dengan lawan politiknya, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal Hukum, Korupsi, HAM, dan Terorisme.

Di satu pihak, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengaku telah memberikan masukan kepada Joko Widodo soal penanganan terorisme terkait materi debat capres pertama yang berlangsung Kamis (17/1) malam ini.

"Kita sudah beri masukan apa yang kita kerjakan selama ini," kata Suhardi di sela Rapat Kerja dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja BNPT Tahun 2019, di Jakarta, Kamis.



Dia mengatakan salah satu masukan yang diberikan adalah upaya penanggulangan terorisme melalui pendekatan halus seperti deradikalisasi dan pendidikan. Suhardi pun membanggakan metode pendekatan itu yang mendapatkan apresiasi internasional.

"Bahkan kita menjadi role model, Indonesia menjadi role model setelah Presiden Jokowi menjadi pembicara di Riyadh di Arab Islamic American Summit tahun 2017. Penanganan terorisme tidak hanya pendekatan tunggal, yakni 'hard approach', tapi juga 'soft power approach'," katanya.

Menurut dia, Jokowi sudah menguasai cara penanganan terorisme karena itu merupakan pidato yang pernah disampaikan Jokowi juga. Oleh karena itu, ia menilai, Jokowi pun akan mudah saja memberikan gambaran dan jawaban yang dilakukan untuk menangani teroris dalam debat capres perdana 2019.

"Memang kami yang siapkan, tapi betul-betul speech beliau kebijakan yang sudah dikembangkan selama ini program deradikalisasi, termasuk kontranya," ujar dia.

Tentunya untuk menjamin pendekatan halus tersebut, kata Suhardi, BNPT tak bisa sendiri tapi harus merangkul kementerian dan lembaga terkait.

"Kita mengidentifikasi hulu masalah, jangan bermain di hilir terus. Apa yang menyebabkan terorisme itu yang kita garap, kita sinergikan dengan kementerian dan badan terkait," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menkopolhukam Wiranto membenarkan pentingnya sinergitas antara lembaga terkait dalam menanggulangi terorisme. Dengan ditekannya peredaran terorisme di masyarakat dapat berpengaruh dengan keamanan dan sistem politik negara.

"Kita sekarang harus mempertahankan stabilitas politik dan keamanan. Karena ada korelasinya keamanan enggak beres maka politik enggak beres," kata Wiranto.

Debat capres perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilpres 2019 itu akan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, malam nanti. Untuk debat dengan tema Hukum, Korupsi, HAM, dan Terorisme itu bakal dipandu dua moderator yakni Ira Koesno dan Imam Priyono.


Ikuti live streaming, live report, dan cek fakta debat capres 2019 di CNNIndonesia.com pada 17 Januari 2019 mulai pukul 19.00 WIB.
(Antara/kid)