Soal Teroris, Ma'ruf Kutip Alquran Prabowo Kenang Tim Teror

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 22:36 WIB
Soal Teroris, Ma'ruf Kutip Alquran Prabowo Kenang Tim Teror Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam dan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam debat perdana capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amien menyatakan bahwa terorisme merupakan sebuah kejahatan. Oleh karena itu, dia menegaskan terorisme harus diberantas sampai ke akar-akarnya.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat ditanya soal penanganan terorisme pada debat capres.

Menurut Ma'ruf, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa terorisme bukan jihad, sehingga haram dilakukan.

"Bahkan terorisme dianggap kerusakan (..), dalam Alquran dinyatakan orang yang melakukan kerusakan di bumi harus dihukum dengan keras," ucap Ma'ruf dalam debat yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis malam (17/1).


Dia meyakini menanggulangi terorisme mesti dilakukan secara sinergi antara pencegahan dan penegakan hukum.

Untuk pencegahan, kata Ma'ruf, bisa lewat pendekatan pada ormas guna menghilangkan, menekan paham radikal atau intoleran melalui deradikalisasi. "Mengembalikan mereka yang sudah terpapar," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf memaparkan, mengembalikan pemahaman mereka yang sudah tarpapar dapat ditempuh dengan lebih dahulu mencari penyebabnya.

Jika itu karena masalah ekonomi-sosial maka pendekatan yang dipilih melalui pemberian lapangan kerja atau bantuan lainnya yang bisa mengembalikan mereka ke jalan benar. "Kita harus lihat dan kaji kenapa dia jadi radikal."



Pendekatan harus dilakukan dengan cara humanis, manusiawi tanpa harus melanggar HAM. "Untuk itu dalam menanggulangi terorisme di masa mendatang mengajak ormas khususnya organisasi." 
Soal Teroris, Ma'ruf Kutip Alquran Prabowo Kenang Tim TerorDebat capres perdana. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Senada dengan Ma'ruf, Jokowi mengatakan penanganan terorisme yang paling utama adalah penekanan pada pencegahan, pendekatan sosial ekonomi, budaya pendekatan keagamaan, juga transparansi pada penindakan. "Penting aparat dibekali HAM, SOP juga berbasis HAM dan UU terorisme yang sudah ada di 2018 yang lalu," kata Jokowi.

Capres petahana itu menganggap saat ini penanganan terorisme sudah berjalan dengan baik. Kata dia, Indonesia menjadi contoh negara lain dalam menangani terorisme.

"Tidak hanya melalui penegakan hukum yang tegas, ada persuasif melalui pembinaan agama, ekonomi dan sosial," ucap mantan Wali Kota Solo itu.

Solusi Prabowo-sandi

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa bidang teror merupakan spesialiasinya. "Waktu saya masih muda, spesialisasinya di bidang teror, saya paham betul, mengerti betul," kata Prabowo.

Prabowo mengaku dialah dulu yang menggagas pembentukan pasukan anti teror bersama Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat mereka sama-sama menjadi anggota TNI.

"Anti teror dibentuk sama Pak Luhut, membentuk pasukan anti teror pertama," ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo juga menyatakan tidak setuju jika tarorisme dikaitkan dengan salah satu agama. "Saya mengetahui bahwa terorisme dikirim dari negara lain dan dibuat menyamar seolah teroris dari Islam, padahal sebetulnya dia bukan dikendalikan orang yang mungkin bukan Islam, bekerja untuk asing, saya mengerti benar-bena stigmasasi radikal dicap Islam, saya menolak itu."
Soal Teroris, Ma'ruf Kutip Alquran Prabowo Kenang Tim TerorDebat capres perdana. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Prabowo mengaku mendukung setiap usaha deradikalisasi. Kata dia, terorisme juga sering terjadi karena adanya masalah ekonomi.

"Untuk itu kalau kami pimpin kami akan benar investasi besar pendidikan dan kesehatan, kami bantu masyarakat yang paling miskin, kami bantu pesantren, madarasah guru kami perbaiki kualitas hidup, dengan demikian mereka yang akan bisa pengaruh pendidikan dan pembangunan iklim baik untuk suasana tidak putus asa, benci dan tersakiti."

Agar Indonesia bisa melawan terorisme, Prabowo ingin angkatan perang diperkuat, polisi, serta intelijen. Itu dilakukan supaya mampu mendeteksi sebelum aksi teror terjadi.

"Angkatan perang, polisi, intelijen harus kuat. Kita harus deteksi sebelum terjadi terorisme," ujarnya.

Selain itu, untuk mencegah terorisme, kata Prabowo, Indonesia harus menjadi bangsa yang mandiri tidak bergantung pada negara lain.

"Kita harus swasembada pangan tidak boleh bergantung negara lain, energi, air," ucap dia.

Salah satu caranya dengan meningkatkan iklim investasi. "Saya merasa ini kelengahan banyak dari pemerintah. Kami akan tingkatkan investasi."

Sandiaga Uno menambahkan, jika terpilih nanti, dia akan merancang program kontra teroris, kontra narasi, dan propaganda. Kata dia, masyarakat yang merasa tidak memiliki masa depan cerah mudah terpapar paham radikal karena kebutuhan ekonomi.

"Kami akan lihat peta di mana risiko timbul berdasarkan ideologi, motivasi. Kita harus pastikan agar mereka tidak terjerumus terorisme. Itu komitmen adil makmur kami," kata Sandi. (Tim/dea)