Apapun yang disampaikan melalui timnya di akun media sosial kerap jadi santapan media untuk dijadikan sumber pemberitaan. Belum lagi perkara rumah tangganya soal perceraian yang jadi konsumsi publik.
Ahok divonis pada 9 Mei 2017. Kemudian 12 hari setelahnya, Ahok melalui akun Instagramnya menyatakan menerima keputusan pengadilan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ahok, 'Media Darling' dan Diam Jadi Berita |
Selain itu Ahok juga kerap mengirim surat untuk para pendukungnya kemudian mengunggahnya ke Instagram melalui timnya. Pada momen-momen hari besar seperti Idul Fitri atau ada peristiwa besar, Ahok juga turut mengomentari.
Selain menggugat cerai, Ahok juga menuntut hak asuh ketiga anaknya hasil pernikahannya dengan Veronica. Dalam proses persidangan, Veronica tak pernah hadir.
Veronica Tan diceraikan oleh Ahok akibat isu pihak ketiga. (AFP PHOTO/GOH CHAI HIN) |
Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan soal gugatan cerai pada istrinya, Ahok mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama yang menjeratnya, 2 Februari 2018. Upaya banding tingkat akhir itu kandas di tangan Artidjo Alkostar, hakim yang dikenal kerap memperberat vonis di kasus korupsi itu, 26 Maret 2018.
Pada pertengahan 2018, Ahok berjanji memberikan kejutan dari balik sel. Publik geger menanti kejutan Ahok. Berbagai media massa memberitakan dan mencari tahu kejutan apa yang bakal diberikan Ahok.
Setelah peluncuran itu, Ahok kembali mengejutkan publik. Ia menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membesar-besarkan dana kompensasi pengelolaan sampah dengan Pemkot Bekasi.
Mengutip buku 'Kebijakan Ahok', Ahok menyebut dana kompensasi yang diterima Pemkot Bekasi setelah dilakukan kontrak tambahan atau addendum adalah Rp143 miliar per tahun. Dana itu untuk kompensasi dampak lingkungan karena Jakarta menumpang buang sampah di Bantargebang.
"Sebelumnya addendum Rp63 miliar menjadi Rp143 miliar per tahun," kata Ahok lewat akun Twitter @basukibtp, 22 Oktober 2018.
Aktor Daniel Mananta yang memerankan Ahok dalam film 'A Man Called Ahok'. (Dok. The United Team of Art via Youtube) |
Film yang dibintangi Daniel Mananta itu bercerita soal perjalanan politik Ahok; mulai dari merintis bisnis, hingga menduduki posisi Bupati Belitung Timur. Film 'Ahok' ditonton oleh 1.465.145 orang menurut catatan situs filmindonesia.or.id.
Film yang diangkat dari buku karya Rudi Valinka dengan judul yang sama itu dianggap sebagai representasi pendukung Jokowi dan Ahok. Sementara Film 'Hanum & Rangga' dianggap mewakili kubu Prabowo karena Hanum merupakan anak tokoh oposisi, Amien Rais.
Gejala ini pun dikritisi oleh sineas Joko Anwar. Baginya, film tak seharusnya menjadi alat untuk melakukan perundungan secara politik. Terlebih, ada ratusan orang dengan latar belakang pilihan politik berbeda yang terlibat dalam pembuatan film.
Veronica Tan diceraikan oleh Ahok akibat isu pihak ketiga. (AFP PHOTO/GOH CHAI HIN)
Aktor Daniel Mananta yang memerankan Ahok dalam film 'A Man Called Ahok'. (Dok. The United Team of Art via Youtube)
Ribuan pendukung loyal Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyalakan lilin di acara Malam Solidaritas atas Matinya Keadilan di Tugu Proklamasi, Jakarta, 10 Mei 2017. (CNN Indonesia/Safir Makki)