Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum lama ini menerbitkan nama Najwa Shihab dan Tommy Tjokro sebagai kandidat moderator debat capres kedua yang akan diselenggarakan pada 17 Februari mendatang. Fadli memandang kedua kandidat moderator itu kurang independen.
"Saya enggak tahu ya, tapi dua-duanya kayaknya punya afiliasi politik gitu loh. Kalau nama itu yang disebut ya mungkin agak kurang independen kali ya," cetus Fadli saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cari akademisi, banyak itu, perguruan tinggi yang pinter-pinter itu banyak. Jadi bukan hanya presenter aja yang bisa membawakan itu," kata Fadli yang juga Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini.
Sementara Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menyebut pihaknya tak begitu memusingkan nama-nama yang beredar dalam pemilihan moderator untuk debat kedua. Arsul hanya meminta agar KPU dapat memilih sosok moderator yang imparsial.
Indikator imparsial itu menurut Arsul, dapat dilihat dari rekam jejak kandidat moderator baik itu secara keterlibatan langsung maupun tidak langsung dengan salah satu tim capres.
"Misalnya, katakanlah, apapun yang disampaikan oleh salah satu paslon misanya Kiai Ma'ruf atau Pak Sandi, diaminkan, dibenarkan saja dalam tulisan, dalam analisisnya, dalam medsosnya. Itu saja sebenarnya yang kita minta dari KPU," kata Sekjen PPP ini.
"Tetapi intinya bukan soal dia akademisi atau praktisi, tapi rekam jejaknya itu. Kalau soal akademisi, yang miring-miring kan juga banyak," kata Arsul. (bin/osc)