Neuis (46), ibunda dari korban Vivian, mengaku akan tetap menunggu di lokasi itu sampai proses identifikasi dari bagian tubuh yang terakhir kali ditemukan bersama dengan penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) pada Senin (14/1) selesai.
"Ada tulang belulang yang diangkat dari laut tuh yang sudah diserahkan dari pihak DVI. Dari pihak DVI mengatakan [proses identifikasi] dua sampai tiga minggu. Kami menunggu sampai itu," ujar Neuis di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, kata dia, penuntasan pencarian 64 korban yang masih belum ditemukan. Kedua, penyelesaian asuransi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan.
"Karena kalau sudah teridentifikasi, dia harus ke RS Polri untuk serah terima jenazah," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basrnas) Marsdya M. Syauqi meyakini pihaknya telah menemukan semua korban jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP nomor penerbangan JT-610 itu. DIa menyatakan tak ada lagi korban di dasar laut.
Syauqi menyatakan selama 13 hari pencarian pihaknya menemukan 196 kantong jenazah.
(ani/arh)