Dugaan Jokowi Curi Start Kampanye, Bawaslu Panggil Alumni UI

CNN Indonesia | Jumat, 25/01/2019 18:38 WIB
Bawaslu masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan terkait kehadiran Jokowi pada 'Deklarasi Alumni UI for Jokowi', sebagai undangan atau inisiator. Calon Presiden Nomer urut satu Joko Widodo menghadiri deklarasi dukungan alumni UI untuk Jokowi-Ma’ruf Amin, di gelora Bung Karno. Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta berencana memanggil panitia 'Deklarasi Alumni UI for Jokowi' terkait kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Bawaslu DKI Jakarta sebelumnya sudah memeriksa Jokowi yang saat itu diwakili Koordinator Penanganan Pelanggaran Pemilihan Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Nelson Simanjuntak, Kamis (24/1).

"Hari Senin (28/1) kita mengundang panitia Alumni UI dan KPU sebagai saksi ahli. Apakah ada unsur pelanggarannya atau tidak terkait kampanye di luar jadwal," kata anggota Bawaslu DKI Jakarta, Puadi saat dihubungi, Jumat (25/1).


Bawaslu DKI Jakarta masih mengumpulkan keterangan terkait kehadiran Jokowi di acara itu, apakah sebagai undangan atau inisiator.

Jika sebagai penyelenggara, Jokowi berpotensi melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 32 Tahun 2018 tentang Tahapan Kampanye dan Pasal 276 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Dalam dua aturan itu ditentukan jadwal kampanye terbuka baru berlangsung 21 hari sebelum masa tenang, tepatnya dari 24 Maret hingga 13 April 2019.

"Kita belum bisa menyimpulkan, nanti 14 hari tanggal 7 Februari kita tentukan statusnya. Sebelum 7 Februari pun kalau sudah selesai klarifikasi, kita tentukan," ucap dia.

Dihubungi terpisah, Koordinator Penanganan Pelanggaran Pemilihan Umum TKN, Nelson Simanjuntak bersikukuh Jokowi tak langgar kampanye.

Dia mengatakan Jokowi datang ke acara tersebut sebagai undangan. Dia juga menyebut tak ada penyampaian visi, misi, dan janji oleh Jokowi.

"Dalam kegiatan itu Pak Jokowi hanya menceritakan pengalamannya dan usaha yang dia lakukan ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI, dan sebagai Presiden RI," ujar Nelson saat dihubungi CNNIndonesia.com.

"Tidak ada penyampaian visi, misi, program, dan/atau citra dirinya sebagai Peserta Pemilu 2019," tutur dia.

Jokowi menghadiri acara 'Deklarasi Alumni UI for Jokowi' di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 12 Januari 2019 lalu. Ribuan orang berkaus kuning hadir dan mengutarakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

Acara itu dipermasalahkam karena dianggap mencuri start kampanye. Selain itu Jokowi disebut menyampaikan janji memberi fasilitas rumah murah saat berpidato dalama cara tersebut. (dhf/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK