"Belum ada (niat mengajak)," kata Mardani di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/1).
Menurut dia, tanpa Ahok sejauh ini tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 ini sudah berjalan cukup bagus dan akan tetap berjalan seperti itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok sendiri beberapa tahun silam merupakan kader Partai Gerindra. Bahkan pada Pilgub DKI Jakarta 2012, Ahok merupakan 'jagoan' Gerindra yang kemudian berpasangan dengan Joko Widodo yang diajukan PDIP.
Namun setelah itu, Ahok memilih keluar dari partai besutan Prabowo Subianto. Hingga kini Ahok belum memastikan akan terjun kembali ke dunia politik dengan masuk partai atau tidak.
Ahok keluar dari rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 07.00 WIB. Dia dijemput oleh sejumlah orang termasuk putra sulungnya, Nicholas Sean dan para Ahoker.
Sebelumnya Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romarhumuziy meyakini label penista agama masih jadi senjata yang bisa digoreng siapapun untuk menyerang di masa kampanye Pilpres 2019.
Atas dasar itu dia menyarankan agar TKN Jokowi-Ma'ruf tidak melibatkan pria yang kini ingin dipanggil BTP itu di Pilpres 2019.
"Tentu saya sebagai Dewan Penasihat TKN menyampaikan gagasan pikiran itu setelah menyerap aspirasi-aspirasi di kalangan kita sendiri tentunya dan saya teruskan pada presiden agar presiden bisa meneruskan pada sejumlah pendukung," kata Romi saat jadi narasumber program 'Layar Pemilu Tepercaya' di CNN Indonesia TV, kemarin malam.
Juru Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Eva Kusuma Sundari juga menyatakan kubunya belum berencana menjadikan Ahok sebagai bagian tim pemenangan.
Meski begitu, ia menyatakan TKN akan membuka pintu bagi Ahok jika ingin bergabung sebagai tim sukses Jokowi-Ma'ruf.
"Enggak ada rencana [ajak Ahok sebagai Timses], kecuali dia yang mau. Kalau kita enggak ada rencana strategis untuk ajak Ahok," kata Eva. (tst/osc)