Ia mengklaim mayoritas suara kader PBB setuju mengikuti rekomendasi para ulama tersebut.
"Saya merekam aspirasi itu lebih dari 80 persen adalah untuk ikuti ijtima ulama tapi itu semua tegantung keputusan partai," kata Kaban di Jakarta, Sabtu (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hukum Islam-nya masuk maka Allah akan senang. Jangan seperti partai lain yang malah menentang syariat Islam," kata dia.
"Artinya ini menyengsarakan dan memberatkan. Maka kita cari pemimpin yang tidak memberatkan," kata dia.
Rencananya aspirasi ini akan dibawa ke Rakornas PBB di Grand Mercure Ancol.
Kaban tak menampik bakal ada perbedaan pendapat dalam Rakornas itu. Pasalnya, Ketua Umum PBB Yusril Ihza telah menjadi kuasa hukum pasangan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Namun, Yusril bergabung ke Jokowi-Ma'ruf dalam kapasitas pribadi. Secara organisasi, PBB belum menentukan arah dukungan di Pilpres.
"Semua serba mungkin saja, itu berarti di situ ada perbedaan antara Majelis Syuro dengan Ketua Umum. Kita berharap perbedaan itu tidak usah jadi masalah, ini kan demokrasi. Kita hargai," kata dia.