Yusril berharap tak ada lagi suara sumbang di akar rumput yang berpaling mendukung pasangan oposisi, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Mengutip Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban, Yusril mengingatkan kembali agar anggota partai wajib satu komando.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusri mengatakan sudah seharusnya seluruh anggota partai menaati keputusan soal dukungan pada Pilpres. Terlebih hal tersebut murni bukan dari keputusan pribadinya.
Yusril mengatakan keputusan untuk mendukung pasangan petahana sudah sesuai dengan mekanisme partai, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PBB Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Jokowi dan Yusril beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
Yusril juga menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB yang berlangsung hari ini di Ancol bukan acara untuk kembali berdiskusi menentukan pilihan, melainkan memperkuat dukungan PBB kepada Jokowi Ma'ruf.
"Jadi rakornas ini sebenarnya merupakan suatu ajang pertemuan untuk kami melakukan konsolidasi, tukar pikiran, melakukan sosialisasi dan lainnya. Tapi secara resmi keputusan sudah diambil oleh DPP PBB beberapa waktu lalu," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 80 calon legislatif PBB mendukung Prabowo-Sandiaga. Mereka pun menyebut pihaknya sebagai poros Makkah. Sedangkan jumlah keseluruhan caleg PBB tercatat sekitar 15.000 orang.
Dari jumlah tersebut, Yusril menganggap caleg yang mendukung kepada Prabowo-Sandi tidak mewakili suara partai. Kendati demikian, Yusril mempersilahkan kalau ada anggota partainya yang beda pilihan.
"Tapi itu merupakan pilihan dan dukungan pribadi. Dan ekspresinya tidak boleh atas nama institusi partai," katanya.
"Jadi tidak ada apa istilahnya itu caleg poros Mekah, atau lain-lainnya. Karena yang mengangkat orang menjadi caleg itu partai, bukan yang lain. Jadi keputusan sudah diambil diharapkan semua taat pada putusan. Tapi kami tetap mentolerir beda pendapat di partai," ucap Yusril.
Jokowi dan Yusril beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)