GKR Hemas Adukan Konflik DPD dan OSO ke Ma'ruf Amin

CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 18:00 WIB
GKR Hemas Adukan Konflik DPD dan OSO ke Ma'ruf Amin Anggota DPD nonaktif Gusti Kanjeng Ratu Hemas berharap tokoh nasional seperti Ma'ruf Amin bisa memberi pengaruh pada percepatan solusi atas polemik di DPD. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) nonaktif Gusti Kanjeng Ratu Hemas menemui calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin untuk mengadukan polemik dualisme kepemimpinan DPD yang terjadi antara dirinya dengan Oesman Sapta Odang.

Hemas telah menjelaskan duduk persoalan yang terjadi dan meminta dukungan Ma'ruf sebagai tokoh nasional yang dianggap berpengaruh.

"Saya memang menjelaskan pada Pak Ma'ruf tadi supaya bisa memberikan pemahaman tentang konstitusi yang terjadi, khususnya masalah DPD," ujar Hemas di kediaman Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Minggu (27/1).
GKR Hemas Adukan Konflik DPD dan OSO ke Ma'ruf AminGKR Hemas menemui cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)


Hemas mengklaim mendapat doa dan dukungan dari Ma'ruf terkait permasalahan tersebut. Ia juga berharap Ma'ruf dapat memberikan pemahaman pada OSO selaku Ketua Umum Partai Hanura yang mengusung Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres 2019.


"Saya harap begitu tadi. Paling tidak beliau memahami dan akan memberi pemahaman sesuai yang kita sampaikan," katanya.

Istri Sri Sultan Hamengkubuwono X itu juga menyampaikan pada Ma'ruf bahwa dirinya telah mengajukan gugatan terkait dualisme kepemimpinan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu telah didaftarkan sejak 8 Januari lalu.

"Memang kita harus cari keadilan di lembaga yang tidak membenarkan kepemimpinan seperti ini. Saya juga minta doa restunya (Ma'ruf)," ucap Hemas.

Sementara itu kuasa hukum Hemas, Irman Putra Siddin menilai Ma'ruf perlu mengetahui polemik tersebut karena menyangkut permasalahan Indonesia ke depan. Ia berharap 'curhatan' kliennya ke Ma'ruf dapat mempercepat putusan MK soal dualisme kepemimpinan tersebut.

"Jangan sampai terjadi lagi peralihan kekuasaan yang tidak sah, sehingga kami datang meminta doa pada beliau agar MK segera ambil keputusan perkara ini secepat-cepatnya. Kalau bisa sebelum pemilu 18 April," tuturnya.
GKR Hemas Adukan Konflik DPD dan OSO ke Ma'ruf AminOesman Sapta Odang. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)

Dualisme ini terjadi antara kepemimpinan Hemas dan Farouk Muhammad periode 2014-2019 dengan kepemimpinan OSO bersama Nono Sampono dan Darmayanti Lubis yang memimpin DPD periode 2017-2019 selepas disepakati masa jabatan pimpinan DPD menjadi 2,5 tahun.

Hemas kemudian diberhentikan sementara oleh Badan Kehormatan (BK) DPD karena faktor kehadiran. Pemberhentian sementara itu tak terlepas dari konflik antara dirinya dengan OSO terkait kepemimpinan di DPD.

Pada awal Januari lalu, Hemas telah menemui Jokowi untuk membahas polemik kepemimpinan tersebut. Ia mengklaim mendapat dukungan dari Jokowi untuk menggugat dualisme kepemimpinan di DPD ke MK. Menurut dia, langkah tersebut adalah bagian dari upaya hukum melawan kepemimpinan OSO di DPD.
(psp/gil)