Sejak masa kepemimpinan Presiden Soeharto, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Sukarnoputri, JK mengklaim pemerintah selalu mampu membayar utang.
"Yang penting itu bukan jumlahnya, tapi dapat dibayar atau tidak. Dari pengalaman sejak pemerintahan Pak Harto, Ibu Mega, Pak Gus Dur itu semua bisa dibayar utang yang ada. Kecuali saat krisis (1998) karena dibantu IMF," ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, Selasa (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tentu karena tidak banyak lembaga-lembaga kalau defisit juga kan ditalanginya dengan utang," katanya.
Dalam orasi politiknya di TMII pada Sabtu (25/1) lalu, Prabowo menyatakan bahwa menteri keuangan lebih pantas disebut sebagai menteri pencetak utang. Ia menyebut bahwa menteri keuangan selama ini bangga untuk berutang namun pihak lain yang diminta membayar.
Menanggapi pernyataan itu, pihak Kemenkeu mengatakan bahwa Prabowo telah menciderai perasaan pegawai Kemenkeu. Sebagai institusi negara, Kemenkeu menyebut tidak sepantasnya ada pihak yang menghina.
"Kalau nominal defisit APBN selalu ada, maka nominal (utang) akan bertambah," ucap Sri Mulyani, Selasa (29/1). (psp/wis)