Soal Jan Ethes, TKN Saran Prabowo Bawa Anak-Istri di Kampanye

rzr, CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 19:28 WIB
Soal Jan Ethes, TKN Saran Prabowo Bawa Anak-Istri di Kampanye Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto membalas kritik kubu Prabowo Subianto soal pelibatan Jan Ethes dengan menyindir capres nomor urut 02 itu agar membawa istri dan anaknya dalam tiap gelaran kampanye Pilpres 2019.

"Gampang aja kalau mereka protes bawa aja anaknya pak Prabowo, selesai. Bawa Istri pak Prabowo selesai," kata Hasto di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

Prabowo mempersunting anak presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hedianti Hariyadi atau Titiek Soeharto pada 8 Mei 1989. 


Keduanya dikaruniai satu orang putera bernama Ragowo Hediprasetyo. Akan tetapi, keduanya bercerai pada tahun 1998.

Sindiran Hasto merupakan balasan atas kritik dari sejumlah politisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Salah satunya adalah kritik dari politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid, soal Jan Ethes.

Hidayat dalam kritiknya menyebut upaya melibatkan Jan Ethes dalam politik harus diusut oleh Badan Pengawas Pemilu. Dia khawatir hal itu menjadi legitimasi pelibatan anak-anak dalam kampanye.

Hasto melanjutkan serangannya ke kubu Prabowo dengan menyinggung Sandiaga Uno yang disebutnya kembali menciptakan sandiwara saat mengunjungi korban banjir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (26/1) lalu.

Dalam foto yang beredar di media sosial, Sandi terlihat tengah menyapa seorang korban banjir di Makassar. Orang itu terlihat berlumuran lumpur di bagian badan depan. Namun di foto yang lain terlihat bagian punggung orang tersebut sangat bersih.

"Rakyat akan melihat mana yang tangisan beneran mana lumpur kerja keras dan mana lumpur polesan itu, rakyat melihat jadi politik panggung sandiwara banyak diciptakan," kata dia.

Berbeda dengan Sandiaga, ia menilai Jokowi melakukan aksi nyata dan selalu dekat dengan masyarakat.

"Kami sukanya riil bersama rakyat di bawah membangun hal positif bersama rakyat. Kami tidak suka playing victim itu bukan model kami. Tapi hati kami selalu terbuka mendengar jeritan rakyat," kata dia. (rzr/wis)