Survei Puskaptis: Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandi

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 16:03 WIB
Survei Puskaptis: Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandi Calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat elektabilitas calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih mengungguli pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan survei terbaru Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada 8-14 Januari 2019, tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf berada pada 45,90 persen. Sementara tingkat elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga berada pada angka 41,80 persen.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Puskaptis Husin Yazid mengatakan survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 2.100 responden yang diambil secara acak 10 orang dari 213 desa/kelurahan tersebar di 34 provinsi. Margin error survei sekitar 2,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


Survei Puskaptis juga menunjukkan sekitar 12,30 persen responden menyatakan akan berpartisipasi dalam pilpres namun belum mengetahui akan memilih salah satu paslon.

Dari 12,30 persen itu, sekitar 16,35 persen-nya berpendapat pasangan Prabowo-Sandi pantas menjadi presiden, 10,12 persen-nya menilai Jokowi-Ma'ruf layak dipilih.

"Mengingat waktu masih tersisa tiga bulan artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan nomor urut 02," kata Husin di Jakarta, Selasa (29/1).
Sebelumnya, Lembaga survei Y Publica juga telah merilis survei tentang elektabilitas dua pasang calon presiden dan wakil presiden 2019. Hasil survei yang digelar 8 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 itu, menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Maruf Amin juga masih unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Jumlah responden survei sebanyak 1.200 orang. Metode yang digunakan multistage random sampling, dan margin error sekitar 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Y Publica menyatakan elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 53,5 persen dan Prabowo-Sandiaga sebesar 31,9 persen. Meski unggul, Y Publica menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf cenderung stagnan dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga sejak ditetapkan sebagai capres dan cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum.
Puskaptis juga melakukan survei tentang alasan responden dalam menentukan pilihan.

Jokowi, menurut responden, dinilai layak diberi kesempatan kedua karena kinerja selama empat tahun terlihat. Alasan lain, Jokowi diyakini bisa meneruskan janji politiknya, merakyat, meneruskan pembangunan, dan bisa membawa Indonesia lebih baik.

Hasil survei menyebutkan 50,87 persen responden merasa kinerja Jokowi selama ini memuaskan dan 4,89 persen sangat memuaskan.

"Sekitar 58,48 persen menilai sosok kepemimpinan mantan Wali Kota Solo ini baik dan 46,61 persen suka Jokowi menjadi presiden lagi," kata Husin.

Sementara itu, salah satu alasan utama para pendukung paslon nomor urut 02 berpendapat Prabowo pantas menjadi presiden karena terlihat tegas.

Beberapa alasan lainnya adalah Prabowo-Sandi diharapkan membawa perubahan, tanpa utang, bisa amanah, berwibawa, dan pro-Islam.
(ugo/ugo)