"Ini sudah keterlaluan. Kedua belah pihak. Sudah sangat melampaui batas budaya maupun agama," ucap Din di kantor MUI , Jakarta, Rabu (30/1).
Dia memberi contoh ketika nama hewan dibawa-bawa untuk melabelisasi seseorang. Din menganggap hal itu sama dengan tidak menghargai manusia sebagai ciptaan Allah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din berpesan kepada semua pihak yang berkepentingan dalam pilpres, khususnya para peserta dan timsesnya, agar mengedepankan hal-hal yang subtansial. Misalnya adu konsep, gagasan, visi dan misi. Bukan malah menyerang secara personal.
Din menegaskan dirinya tidak dalam posisi mendukung salah satu paslon. Dia mengatakan pesannya itu ditujukan kepada kedua Paslon.
Dia berharap waktu yang tersisa sebelum pencoblosan benar-benar digunakan sebaiknya mungkin oleh Paslon dan timses masing-masing. Masyarakat khususnya umat Islam perlu diberikan pandangan yang lengkap perihal visi dan misi jika memenangkan Pilpres mendatang.
"Maka terus terang saya berharap sisa waktu sampai hari pencoblosan nanti itu agar ya berkualitas lah," lanjutnya. (bmw/wis)