Sebanyak 395 warga Sumsel terjangkit DBD sejak 1-27 Januari 2019, tiga orang di antaranya meninggal dunia. Dalam laporan per Kamis (31/1), warga yang terjangkit disebut meningkat menjadi 442 orang dan telah meninggal satu orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel Ferry Yanuar berujar, jumlah penderita penyakit DBD selalu meningkat sejak dua tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun jumlah penderita DBD terus bertambah, pemprov belum menetapkan siaga atau sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena masih bisa ditangani," ujar Ferry, Jumat (1/2).
Lalu enam orang OKU Selatan, 63 orang di OKU Timur, 29 orang di Ogan Ilir, tujuh orang di Empat Lawang, 101 orang di Palembang, 28 orang di Prabumulih, 18 orang di Pagaralam, 15 orang di Lubuk Linggau, 12 orang di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan lima orang di Musi Rawas Utara.
Ferry berujar, musim hujan pada awal tahun ini menyebabkan perkembangan nyamuk Aedes aegypti lebih banyak. Kondisi lingkungan yang kurang sehat tanpa memperhatikan banyak genangan air ikut menyebabkan nyamuk pembawa DBD itu semakin berkembang biak.
Ia mengimbau kepada warga melakukan pola hidup bersih dan memperhatikan genangan air yang ada di sekitar rumah.
"Warga harus menerapkan 3M agar nyamuk pembawa penyakit DBD tidak berkembang biak," ujar dia. (idz) (idz/fea)