Hidayat mengatakan keunikan itu lantaran pada tahun 2018 tokoh yang sama pernah mendoakan Prabowo menjadi pemimpin Indonesia.
"Tahun 2018 Kiai Maimoen Zubair itu ketika ditemui Pak Prabowo dalam konteks Pilpres, mendoakan Pak Prabowo jadi pemimpin Indonesia. Kemarin beliau baca teks dan kemudian muncul nama Pak Prabowo yang didoakan menjadi presiden," kata HNW, sapaan Hidayat di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aamiin, beliau adalah calon pemimpin pada pemilu yang akan datang," kata Mbah Moen.
"Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih," tutur Mbah Moen.
Politikus PKS Hidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Namun, kata HNW, tetap saja nama Prabowo disebut pada doa klarifikasi. "Banyak orang mempertimbangkan, biasanya yang orisinal adalah pernyataan pertama," kata HNW.
"Kenapa enggak lebih fokus, ini kan bagian pinggiran saja, fokus pada program pak Jokowi dan pak Prabowo untuk pesantren, untuk meningkatkan kualitas budaya manusia indonesia ke depan," kata HNW di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2).
HNW melanjutkan, "Kalau terbawa kepada yang pinggir semacam ini kita tidak punya cukup waktu untuk membedah tentang kualitas dan komitmen mereka." (adp/wis)
Politikus PKS Hidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)