Soekarwo: Presiden Belum Putuskan Waktu Pelantikan Khofifah

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 00:50 WIB
Masa jabatan Soekarwo sebagai Gubernur Jatim berakhir 14 Februari 2019. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapat informasi soal pelantikan penggantinya. Khofifah bersama Soekarwo dalam suatu momen upacara. Khofifah akan menggantikan Soekarwo sebagai Gubernur Jatim usai memenangi Pilgub pada 2018 silam. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan Presiden RI Joko Widodo belum memutuskan waktu pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

"Saat kunjungan di Jatim, Jumat-Sabtu (1-2/2), saya sudah bertemu presiden, tapi belum ada perintah tentang pelantikan," ujarnya di Surabaya, Minggu (3/2) seperti dikutip dari Antara.


Selain menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat, kata Soekarwo, dirinya akan menyiapkan surat yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait langkah yang dilakukan jelang akhir masa jabatannya.


"Nanti akan saya kirimi surat, kemudian seperti apanya dan bagaimana kelanjutannya maka harus menunggu," ucap pria yang karib disapa Pakde Karwo itu.

Khofifah dan Emil Dardak akan dilantik Presiden Joko Widodo usai memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada Pasal 163, pelantikan gubernur berlangsung di Ibu Kota Negara.

Sedangkan, masa jabatan Soekarwo sebagai gubernur Jatim dan Saifullah Yusuf sebagai wakil gubernur akan berakhir pada 12 Februari 2019 sehingga diperlukan pimpinan untuk mengisi kekosongan jabatan.

Jika pelaksanaan pelantikan tak sampai 30 hari setelah masa akhir jabatan gubernur lama habis maka seorang Sekdaprov Jatim akan ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh). Namun, andai melebihi masa sebulan maka dilantik seorang penjabat sementara (Pjs) dari pusat.

Sementara itu, Wagub Jatim terpilih Emil Dardak mengaku sampai saat ini belum menerima undangan pelantikan. Namun, pria yang kini masih menjabat Bupati Trenggalek itu mengaku sudah memiliki persiapan jika sewaktu-waktu dipanggil ke Istana oleh Presiden.

"Saya seperti apa yang disampaikan Bu Khofifah, yaitu sudah ada niatan pelantikan, tapi tunggu finalisasi. Kami siap kapanpun dilantik dan bekerja untuk rakyat Jawa Timur," tuturnya, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya.

Di sisi lain, Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Istighotsah Kubro dan Deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Alun-Alun Jombang, Sabtu (2/2), menyampaikan telah menerima informasi pelantikan digelar 13 Februari 2019.

(Antara/kid)