Jokowi Sebut Panjang Ruas Tol Indonesia Masih Kurang

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 02:11 WIB
Jokowi Sebut Panjang Ruas Tol Indonesia Masih Kurang Ilustrasi Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/ Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan panjang jalan tol di Indonesia masih kalah dari China. Meski mengklaim enggan membandingkan, dia menyatakan ada hal-hal yang keliru sehingga menyebabkan penambahan panjang ruas jalan tol lambat.

"Ini pasti ada yang salah kita ini," ujar Jokowi saat berpidato di acara HUT ke-72 HMI di Jakarta, Selasa (5/2).

Jokowi menuturkan pembangunan jalan tol sejatinya harus terus dilakukan. Jokowi menyatakan panjang jalan tol di China sudah mencapai 280 ribu kilometer.



Sementara di Indonesia, menurut Jokowi hanya mampu membangun jalan tol sepanjang 780 kilometer. Hal itu terjadi 40 tahun sejak tol pertama dibangun, yakni tol Jagorawi sepanjang 50 kilometer pada 1978.

Jokowi mengklaim telah mengimbau para menterinya menggenjot pembangunan infrastruktur, salah satunya jalan tol. Dia menilai infrastruktur yang memadai merupakan syarat untuk bersaing dengan negara lain.

"Dan sampai 2018 akhir sudah kami bangun, selesai, dan operasional yaitu 782 kilometer selama empat tahun. Tapi InsyaAllah sampai akhir tahun ini (2019) akan selesai 1.854 kilometer yang akan kami selesaikan," ujar Jokowi.


Jokowi mengakui jumlah tol yang dibangun selama dia memerintah masih jauh dari jumlah tol yang dimiliki oleh China. Akan tetapi, ia merasa jumlah panjang jalan tol tersebut lebih baik dari sebelumnya.

"Ada yang menyampaikan 'Pak kami tidak setuju dengan jalan tol. Kami tidak makan jalan tol'. Ada yang menyampaikan seperti itu. Yang suruh makan jalan tol siapa? Nanti kalau makan semen sama aspal sakit perut," ujar Jokowi. (jps/ayp)