Kepala BNPT Gusar Filipina Sebut WNI Pelaku Teror Bom

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 20:44 WIB
Kepala BNPT Gusar Filipina Sebut WNI Pelaku Teror Bom Kepala BNPT menyatakan telah mengirim tim ke Filipina untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi soal kabar WNI yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Filipina. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan terlalu dini menyebut warga negara Indonesia adalah pelaku bom di Filipina. Dia mengaku belum memperoleh bukti konkret mengenai hal itu.

"Sudah dicek bahkan. Kami cek sana. Terlalu dini. Buktinya sekarang enggak ada kelanjutan lagi, mana buktinya? Kami sudah berangkatkan tim ke sana untuk mengecek," kata Suhardi di kantor Lemhannas, Jakarta, Kamis (14/2).


Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ani menyatakan pasangan suami istri WNI sebagai pelaku ledakan dua bom di Gereja Joko, Provinsi Sulu, Filipina (27/1). Ano menyebut itu merupakan bom bunuh diri.


"Bukan (WNI), bukan. Dari mana buktinya? Tidak bisa dibuktikan darimana sumbernya," kata Suhardi.

Suhardi lantas menyinggung Abu Sayyaf dan kelompoknya di Filipina. Suhardi mengatakan sejauh ini sandera yang telah dibebaskan Abu Sayyaf pun tidak memberikan informasi yang mendukung. Walhasil, pasutri pengebom Gereja Jolo masih terlalu dini jika disebut WNI.

"Kami minta keterangannya, tidak ada keterangan itu," kata Suhardi.

Sebelumnya, sejauh ini, Menkopolhukam Wiranto juga sudah angkat suara. Dia Mengatakan penyelidikan masih dilakukan pemerintah Indonesia.

"Di sini saya sampaikan bahwa itu kan bekerja sepihak," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (4/1)

Wiranto mengatakan BNPT dan Kementerian Luar Negeri RI melakukan pengecekan serta terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Bahkan, ia menyebut otoritas keamanan Filipina masih melakukan penyelidikan siapa pelaku aksi teror tersebut.

(bmw/kid)