"Sudah dicek bahkan. Kami cek sana. Terlalu dini. Buktinya sekarang enggak ada kelanjutan lagi, mana buktinya? Kami sudah berangkatkan tim ke sana untuk mengecek," kata Suhardi di kantor Lemhannas, Jakarta, Kamis (14/2).
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ani menyatakan pasangan suami istri WNI sebagai pelaku ledakan dua bom di Gereja Joko, Provinsi Sulu, Filipina (27/1). Ano menyebut itu merupakan bom bunuh diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardi lantas menyinggung Abu Sayyaf dan kelompoknya di Filipina. Suhardi mengatakan sejauh ini sandera yang telah dibebaskan Abu Sayyaf pun tidak memberikan informasi yang mendukung. Walhasil, pasutri pengebom Gereja Jolo masih terlalu dini jika disebut WNI.
Sebelumnya, sejauh ini, Menkopolhukam Wiranto juga sudah angkat suara. Dia Mengatakan penyelidikan masih dilakukan pemerintah Indonesia.
"Di sini saya sampaikan bahwa itu kan bekerja sepihak," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (4/1)
Wiranto mengatakan BNPT dan Kementerian Luar Negeri RI melakukan pengecekan serta terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Bahkan, ia menyebut otoritas keamanan Filipina masih melakukan penyelidikan siapa pelaku aksi teror tersebut.