Debat Capres Kedua: Dampak Elektoral Bagi Jokowi dan Prabowo

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 11:14 WIB
Debat Capres Kedua: Dampak Elektoral Bagi Jokowi dan Prabowo Prabowo Subianto dan Jokowi akan beradu argumen dalam debat capres kedua. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat capres kedua di Pilpres 2019 bakal kembali digelar pada Minggu, 17 Februari mendatang. Dalam debat kali ini, kedua capres, yakni capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tanpa didampingi wakilnya bakal beradu gagasan mengenai energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.
 
Pengamat politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai debat kedua memberi tantangan lebih besar kepada para capres. Mengingat debat kedua ini bakal memberi pengaruh, terutama elektabilitas menjelang pemungutan suara 17 April mendatang.

Untuk itu, para kandidat dituntut untuk mampu menyajikan tawaran program secara lebih detail dan jelas kepada publik. Sebab dalam debat capres perdana para kandidat terlalu fokus menanggapi kritikan lawan dan tidak menampilkan argumentasi yang proporsional sesuai tema.
 
"Dengan debat pertama yang terkesan kurang gereget, debat kedua memberi tantangan lebih besar kepada para kandidat," ujar Arif kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/2).

Arif menuturkan para capres harus tampil beda dalam debat kedua guna meningkatkan elektabilitas. Sebab, ia melihat hingga kini elektabilitas kedua calon terbilang stagnan.
 
Salah satu sumber elektoral yang bisa digaet para kandidat dalam debat kedua berasal dari kalangan pemilih rasional atau terdidik. Saat ini para pemilih rasional masih bimbang menentukan pilihan karena argumen dan tawaran gagasan yang disampaikan kedua kandidat belum terlalu meyakinkan.
 
"Insinuasi aih-alih argumentasi akan sulit meyakinkan pemilih terdidik ini," ujarnya.


Lebih lanjut, Arif memprediksi sejumlah kontroversi bakal terjadi dalam debat kedua mengingat tema yang ditentukan memiliki keterkaitan dengan isu yang berkembang di masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
 
Ketahanan energi dan ketahanan pangan, kata Arif, menjadi salah satu hal yang akan hangat untuk diperdebatkan di tengah polemik impor dan kelestarian lingkungan hidup.
 
"Demikian pula pembangunan infrastruktur yang mengundang kontroversi dari sisi pendanaan utang dan manfaatnya sebagai pengungkit pertumbuhan pendapatan," ujar Arif.

Di sisi lain, Arif mengimbau tim sukses kedua capres juga harus mampu mengupayakan suatu pemasaran politik yang terbuka, konkret, dan kreatif pasca debat. Sebab, ia menyebut hasil debat capres tak secara langsung mengubah secara signifikan elektabilitas masing-masing calon.
 
Lebih dari itu, kandidat yang datang dengan argumen masuk akal, artikulasi jelas dan akurasi data, serta penampilan menarik lebih berpeluang untuk mendapatkan dukungan. (jps/osc)