Pengamat politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai debat kedua memberi tantangan lebih besar kepada para capres. Mengingat debat kedua ini bakal memberi pengaruh, terutama elektabilitas menjelang pemungutan suara 17 April mendatang.
Untuk itu, para kandidat dituntut untuk mampu menyajikan tawaran program secara lebih detail dan jelas kepada publik. Sebab dalam debat capres perdana para kandidat terlalu fokus menanggapi kritikan lawan dan tidak menampilkan argumentasi yang proporsional sesuai tema.
"Dengan debat pertama yang terkesan kurang gereget, debat kedua memberi tantangan lebih besar kepada para kandidat," ujar Arif kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/2).
Salah satu sumber elektoral yang bisa digaet para kandidat dalam debat kedua berasal dari kalangan pemilih rasional atau terdidik. Saat ini para pemilih rasional masih bimbang menentukan pilihan karena argumen dan tawaran gagasan yang disampaikan kedua kandidat belum terlalu meyakinkan.
"Insinuasi aih-alih argumentasi akan sulit meyakinkan pemilih terdidik ini," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketahanan energi dan ketahanan pangan, kata Arif, menjadi salah satu hal yang akan hangat untuk diperdebatkan di tengah polemik impor dan kelestarian lingkungan hidup.
"Demikian pula pembangunan infrastruktur yang mengundang kontroversi dari sisi pendanaan utang dan manfaatnya sebagai pengungkit pertumbuhan pendapatan," ujar Arif.
Lebih dari itu, kandidat yang datang dengan argumen masuk akal, artikulasi jelas dan akurasi data, serta penampilan menarik lebih berpeluang untuk mendapatkan dukungan. (jps/osc)