Prabowo-Sandi Bakal Bahas Pangan, Energi, Air di Debat Kedua

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 14:50 WIB
Prabowo-Sandi Bakal Bahas Pangan, Energi, Air di Debat Kedua BPN Prabowo-Sandi menyebut capres cawapres nomor urut dua akan fokus membahas persoalan swasembada pangan, energi, dan air dalam debat kedua nanti. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengatakan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua akan fokus membahas persoalan swasembada pangan, energi, serta air, dalam debat kedua jelang Pemilihan Presiden (pilpres) 2019.

"Prabowo-Sandi akan fokus pada FEW, yaitu food, energy dan water. Jadi, fokus kami apa yang sebetulnya jadi jualan kami adalah pada makanan, energi dan air. Berdasarkan Kompas hari ini, hasil survei 51 persen masyarakat menginginkan kepemimpinan ke depan fokus pada masalah pangan," terang Dian Islamiati Fatwa, Juru Bicara Prabowo-Sandi dalam dialog jelang debat di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/2).

Apalagi, sambung dia, persoalan pangan di dalam negeri bukan cuma swasembada, melainkan juga kestabilan harga. Diketahui, harga pangan sejumlah komoditas kerap bergejolak.



"Swasembada ini memang perlu berhati-hati, karena memang impor ini jadi kritik dari banyak kalangan. Impor ini kalau tidak kita butuhkan tidak akan kami lakukan," terang Dian.

Menurut pasangan Prabowo-Sandi, seperti disampaikan juru bicaranya, harga pangan harus membuat emak-emak bahagia dan juga mampu menyejahterakan para petani.

Sementara itu, di bidang energi, Prabowo-Sandi disebut akan merevisi sejumlah aturan investasi. Sehingga, energi nasional tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar. Impor bahan bakar fossil selama ini dianggap cukup besar dan mengakibatkan defisit pada neraca perdagangan.


"Revisi ini harus segera dilakukan, sehingga nantinya bisa memberdayakan masyarakat untuk membangun tenaga surya di rumahnya sendiri. Di banyak negara maju, seperti Australia, saya tinggal lama di sana, rumah-rumah yang punya tenaga surya bisa menjual energinya ke PLN. Tapi masalahnya, PLN mau beli nggak? Karena ada lobi fosil yang betul-betul memperkuat PLN yang tidak mau investasi di bidang energi surya ini akan muncul. Ini yang akan kami revisi di bidang energi," katanya.

Adapun, untuk air, Dian menuturkan upaya untuk meningkatkan kapasitas air. Saat ini, ia menyebut kapasitas air di Indonesia hanya sepertiga dari Thailand.

"Ini yang harus kami penuhi, sehingga kedaulatan pangan, energi dan air bisa dicapai dengan cepat. Untuk itu, pendekatan pembangunan berkelanjutan akan kami lakukan," tandasnya. (agn/bir)