Tanggapi Bos Bukalapak, Hasto Sebut Jokowi Tetap Beri Sarana

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 18:13 WIB
Tanggapi Bos Bukalapak, Hasto Sebut Jokowi Tetap Beri Sarana Timses Jokowi, Hasto Kristiyanto enggan menanggapi isu CEO Bukalapak Achmad Zaky soal pergantian presiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto menyatakan Presiden Joko Widodo tetap akan mendorong pengembangan teknologi meski dikritik sekalipun. Hal itu menanggapi kritik yang disampaikan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

"Mereka memberikan kritik pun, sama Pak Presiden diberikan sebuah sarana, karena Presiden melihat bangsa ini harus dibangun dengan hal yang baik," kata Hasto di Rumah Cemara, Jakarta, Sabtu (16/2).

Hasto menyatakan kelompok kreatif dan berprestasi berhak didukung oleh negara. Berkenaan dengan itu, dia mengatakan Jokowi juga akan membantu mereka untuk terus berinovasi.



Hasto menekankan Jokowi akan terus mendukung mereka yang selama ini bergelut di bidang teknologi. Menurutnya, Jokowi memang ingin aspek tersebut terus dikembangkan.

"Jokowi mendorong hal tersebut, mendorong start up, mendorong IT, komunikasi, mendorong infrastruktur, sampai dangdutan pun presiden bisa," tutur Hasto.

Tanggapi Achmad Zaky, Hasto Sebut Jokowi Tetap Beri SaranaPresiden Joko Widodo menerima pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Hasto enggan menanggapi serius isu tentang CEO Bukalapak Achmad Zaky yang dinilai warganet menginginkan pergantian presiden. Dia mengatakan Jokowi dan Zaky sudah bertemu pada pagi ini di Istana Negara dan tak ada pembicaraan yang tidak mengenakkan.

"Sudah ketawa-ketawa sama Pak Presiden," tutur Hasto.

Achmad Zaky menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Dia dituding warganet, khususnya pengguna Twitter, mendambakan pergantian presiden.


Semua itu bermula ketika Zaky mengunggah konten perihal dana riset dan pengembangan di Indonesia. Zaky menulis pengembangan progran industri 4.0 sulit diwujudkan pemerintah lantaran anggaran yang terlalu rendah. Dia menyebut Indonesia jauh tertinggal dibanding negara lain, termasuk Malaysia dan Singapura.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis Zaky beberapa hari yang lalu.

Cuitan Zaky direspons negatif oleh para pendukung Jokowi. Tak lama setelah itu, tagar #UninstallBukalapak beredar luas. Di pihak sebelah, yakni pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin turut meramaikan. Mereka menggemakan tagar #UninstallJokowi. Tagar tersebut sempat menjadi trending topic dunia.

(bmw/pmg)