Belum Punya Bukti, Fadli Zon Duga Materi Debat Capres Bocor

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 19:28 WIB
Belum Punya Bukti, Fadli Zon Duga Materi Debat Capres Bocor Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Fadli Zon menduga ada kebocoran pertanyaan-pertanyaan debat pilpres 2019 ke salah satu kandidat capres tertentu.

"Jadi menurut saya tingkat kebocoran soal itu sangat mungkin. Ya belum ada bukti, tapi saya yakin kok, kita ini orang yang sudah lama di Indonesia yang begitu-begitu bisa terjadi," kata Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/2).

Politikus Gerindra itu menyatakan ada kemungkinan pertanyaan debat pilpres bisa bocor, meskipun para pihak yang bersentuhan dengan soal-soal debat itu sudah disumpah.
Ia lantas membandingkannya dengan kebocoran soal Ujian Nasional yang marak terjadi di Indonesia belakangan ini.


"Di sini orang ujian nasional saja bisa bocor. Bisa yang lain-lain juga bocor. Walaupun mau bersumpah-sumpah enggak bocor tetap saja bocor," kata dia.

Melihat hal itu, Fadli mengusulkan agar panelis yang dihadirkan dalam debat capres tak diperlukan karena rentan kebocoran.

Ia mengusulkan agar pertanyaan debat capres bisa bersumber langsung dari para capres dan cawapres yang berkontestasi.
Fadli lantas meminta kepada KPU agar debat putaran ketiga antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno bisa menerapkan hal tersebut.

"Misalnya Cawapres Pak Ma'ruf Amin punya pertanyaan kepada Pak Sandiaga Uno, saya mau tanya soal ini, terus dijawab begini, terus dijawab lagi," kata dia

Selain itu, Fadli turut mengklaim bahwa elektabilitas Prabowo telah meningkat usai debat putaran kedua, kemarin. Sebab, kata dia, pernyataan dan rencana program Prabowo banyak yang berpihak pada masyarakat Indonesia.

"Seorang pemimpin itu bukan sekadar ngomong-ngomong soal teori dan ngomongnya keliatan pakai bahasa istilah seolah canggih gitu ya. Terus rakyat enggak mengerti. Yang dibutuhkan oleh rakyat adalah ada keberpihakan kebijakan kepada rakyat," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)