Debat Kedua, TKN Klaim Jokowi Kuasai Masalah dan Konkret

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 18:26 WIB
Debat Kedua, TKN Klaim Jokowi Kuasai Masalah dan Konkret Jokowi saat debat capres kedua, Minggu (17/2) malam. (REUTERS/Willy Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengklaim Jokowi berhasil mengirim pesan kepada publik terkait dengan gagasan dalam tema debat capres kedua di Pilpres 2019. 

Juru bicara TKN Meutya Hafid mengatakan Jokowi dalam debat tadi malam berhasil menguasai masalah dan memiliki argumen yang konkret. Hal itu terlihat dari kesigapan Jokowi menjawab segala pertanyaan dengan baik.

"Kami menilai beliau telah berhasil men-delivery dan menjawab berbagai pertanyaan dengan baik. Baik itu yang disiapkan oleh panelis maupun yang disiapkan oleh capres 02," ujar Meutya dalam diskusi berjudul 'Debat Pilpres Kedua, Siapa Paling Memikat' di Tjikini Lima Resto, Jakarta, Senin (18/2).


Meutya mengatakan Jokowi tidak hanya sekedar retorika ketika berdebat dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subainto dalam debat capres kedua. Segala yang disampaikan Jokowi berupa optimisme yang diperlukan masyarakat.


Selain itu, politikus Golkar ini menyebut Jokowi juga mampu tampil relaks dan mampu memberikan argumen yang tepat dalam menjawab kritik yang disampaikan oleh Prabowo.

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan penampilan positif Jokowi dalam debat capres kedua juga sejalan dengan tren di media sosial. Ia menyebut hasil pengamatan internal TKN sentimen positif dari warganet pasca debat kedua bagi Jokowi mencapai 58 persen.

"Dibandingkan dengan kurang lebih 29 persen sentimen positif untuk pasangan 02," ujarnya.

Di sisi lain, Meutya juga mengaku terkejut atas isu Jokowi menggunakan alat bantu komunikasi dalam debat capres kedua. Ia menyebut tudingan itu merupakan cara mendegradasi keberhasilan Jokowi dalam debat capres kedua. Terlebih isu tersebut merupakan kejahatan karena disebar hingga ke pelosok.

"Kami tahu semua calon dan tim pasti ingin menang, tapi kami tidak menyangka cara-cara sampai seperti itu digunakan untuk mendegradasi hasil capres Pak Jokowi yang kemarin sangat baik," ujar Meutya.


Debat Kedua Lebih Hidup

Pengamat politik The Habibie Center Bawono Kumoro mengatakan debat kedua capres lebih hidup dari debat pertama. Namun, ia menilai Jokowi terlihat lebih unggul dari Prabowo.

Padahal, ia berharap Prabowo dapat membalikkan keadaan yang sempat terjadi dalam debat pertama. Terlebih, debat kedua mengangkat tema yang kerap disinggung Prabowo selama ini.

"Saya kira kemarin terlihat 01 lebih unggul. Saya tadinya berharap Pak Prabowo bisa membalikkan keadaan pada debat pertama yang kalah dari berbagai dimensi," ujar Bawono.

Bawono mengatakan Prabowo sejatinya menyerang Jokowi dalam debat kedua, salah satunya lewat klaim Jokowi soal 11 perusahaan yang didenda karena kasus perusakan hutan. Akan tetapi, Prabowo memilih untuk menerima klaim itu tanpa menggali lebih dalam soal realisasi denda tersebut.

"Artinya Pak Prabowo tidak dibekali data," ujarnya. (jps/osc)