Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan bahwa pihaknya yang menyarankan Jokowi membawa pulpen saat debat putaran kedua melawan Prabowo Subianto.
Pulpen yang digenggam Jokowi saat debat itu dipersoalkan oleh sejumlah kalangan karena dianggap sebagai alat bantu untuk mengendalikan earpiece yang terpasang di telinga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko menyatakan pihaknya menyarankan Jokowi membawa pulpen tersebut sebelum debat untuk mengurangi gerakan yang tidak perlu. Menurutnya, Jokowi sempat bertanya apakah dirinya perlu membawa kertas.
Moeldoko menyatakan pihaknya menyarankan Jokowi membawa pulpen saat debat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Namun, kata Moeldoko, rencana Jokowi untuk membawa kertas itu dilarang oleh tim karena khawatir mantan gubernur DKI Jakarta itu dituding membawa sontekan saat debat.
"Eh bawa pulpen dibilang yang lain lagi. Berarti kecerdasan (pihak yang membuat tudingan tersebut) lagi, kurang," ujarnya.
"Enggak mungkin lah. Ini berpikir antara mengendalikan pikiran mulut dan gerakan yang lain, itu tidak bisa didikte," kata dia.
Jokowi telah membantah tudingan yang menyebut dirinya menggunakan earpiece dan pulpen sebagai alat komunikasi saat debat kedua Pilpres 2019.
Jokowi mengatakan tudingan menggunakan earpiece adalah fitnah. Calon presiden nomor 01 itu meminta fitnah tersebut tidak diteruskan.
"Ada-ada saja sih ini. Fitnah-fitnah seperti itu jangan diterus-terusin lah," kata Jokowi di SD Negeri Panimbang Jaya 01, Tanjungjaya, Pandeglang, Banten, Senin (18/2).
Jokowi lantas memperlihatkan pulpen yang dibawanya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian meminta awak media melihatnya. Ia meminta masyarakat tak membuat fitnah yang tidak bermutu.
"Jangan buat isu, fitnah-fitnah yang tidak bermutu," ujar dia.
Moeldoko menyatakan pihaknya menyarankan Jokowi membawa pulpen saat debat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)