Jokowi Sebut Penggunaan Earpiece dan Pulpen di Debat Fitnah

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 12:55 WIB
Tudingan penggunaan earpice Jokowi dinilai sebagai pengalihan isu untuk menutupi kelemahan Prabowo saat debat capres kedua. Jokowi menyebut hal itu fitnah. Jokowi membantah menggunakan earpiece saat debat capres kedua. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo membantah tudingan yang menyebut dirinya menggunakan earpiece sebagai alat komunikasi saat debat kedua Pilpres 2019

Jokowi mengatakan tudingan menggunakan earpiece adalah fitnah. Calon presiden nomor 01 itu meminta fitnah tersebut tidak diteruskan.

"Ada-ada saja sih ini. Fitnah-fitnah seperti itu jangan diterus-terusin lah," kata Jokowi di SD Negeri Panimbang Jaya 01, Tanjungjaya, Pandeglang, Banten, Senin (18/2).



Selain itu, Jokowi juga disebut memakai sebuah pulpen untuk mengendalikan earpiece. Tudingan tersebut juga ramai beredar di media sosial.

Jokowi lantas memperlihatkan pulpen yang dibawanya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian meminta awak media melihatnya. Ia meminta masyarakat tak membuat fitnah yang tidak bermutu.

"Jangan buat isu, fitnah-fitnah yang enggak bermutu," ujar dia.


Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo -Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menegaskan Jokowi tak pernah menggunakan alat bantu berupa earpiece atau earphone dan pulpen sebagai sarana komunikasi ketika debat capres putaran kedua berlangsung.

"Dan saya menyaksikan bahwa tidak ada sama sekali pemasangan alat di tubuh Pak Jokowi berupa earphone dan pulpen," kata Karding saat dihubungi.

Jokowi Sebut Penggunaan Earpiece di Debat, Fitnah Tak BermutuJuru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Karding sendiri bersaksi bahwa Jokowi tak dipasangkan alat bantu komunikasi apapun ketika tiba bahkan ketika singgah sejenak di ruang transit debat capres di Hotel Sultan.

Ia menyatakan alat bantu dipasang ke Jokowi hanya sebuah clip on atau alat pengeras suara yang sudah menjadi prosedur dan dipasang oleh panitia debat.

"Yang dibawa itu adalah pulpen biasa, bukan pulpen yang seperti dinarasikan BPN di medsos-medsos. Pemasangan alat satu satunya dari panitia yaitu clip on agar suara ketika bicara terdengar bagus," kata dia.

Lebih lanjut, politikus PKB itu bahkan meminta kepada pihak manapun untuk mengecek keberadaan kamera pemantau atau CCTV untuk membuktikan tuduhan tersebut.

"Mulai dari beliau masuk ngobrol sama beberapa orang di dalam situ. Berdoa sebelum ke stage sempat ke toilet kamar kecil lalu balik lagi setelah itu menuju ke stage panggung depan," kata dia.


Di sisi lain, Karding menilai narasi bohong yang digunakan pihak lawan terkait penggunaan alat bantu komunikasi Jokowi saat debat merupakan bentuk pengalihan isu.

Sebab, menurut dia, hal itu bertujuan agar menutupi kelemahan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dinilai tampil di bawah standar saat debat berlangsung.

"Jadi narasi soal penggunaan alat ini sengaja menutupi, mengalihkan isu kelemahan Pak Prabowo di dalam memberikan jawaban pada debat yang menurut saya sangat di bawah standar dan di luar kapasitas sebagai calon presiden," ujarnya.

Debat kedua mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. Jokowi beradu argumen dan gagasan dengan lawannya, Prabowo Subianto, selama sekitar 90 menit.

Sejumlah isu dibahas antara kedua calon presiden itu. Mulai dari pencemaran lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, pembangunan infrastruktur, penguasaan lahan, hingga perusahaan rintisan yang telah menjadi unicorn.

Tonton juga video: Jokowi Bantah Gunakan Alat Bantu Saat Debat

[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK