Bareng Anies Baswedan, JK Jajal MRT Bundaran HI-Lebak Bulus

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 12:37 WIB
Bareng Anies Baswedan, JK Jajal MRT Bundaran HI-Lebak Bulus Wakil Presiden Jusuf Kalla menjajal MRT fase I HI-Lebak Bulus bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) fase I Bundaran HI-Lebak Bulus. Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, JK turut menjajal langsung MRT.

JK berangkat dari stasiun MRT Bundaran HI sekitar pukul 10.30 WIB. Perjalanan dari stasiun MRT Bundaran HI hingga Lebak Bulus memakan waktu sekitar 30 menit tanpa berhenti di tiap stasiun.

Fase I Bundaran HI-Lebak Bulus ini melintasi lima stasiun pemberhentian MRT yakni Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan berakhir di Lebak Bulus. Satu rangkaian terdiri dari enam kereta dan tiap rangkaian mampu menampung 1.950 penumpang.



Sebelum naik MRT, JK juga menyempatkan meninjau perkembangan pembangunan stasiun MRT Bundaran HI dan Lebak Bulus. Beberapa bangunan seperti tangga hingga mesin tiket masih belum sepenuhnya jadi.
Bareng Anies Baswedan, JK Jajal MRT Bundaran HI-Lebak Bulus Wakil Presiden Jusuf Kalla menjajal MRT fase I HI-Lebak Bulus bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)

JK sebelumnya menyampaikan, keberadaan MRT akan sangat menguntungkan dari sisi ekonomi jangka panjang. Selama ini ongkos yang muncul akibat kemacetan Jakarta mencapai Rp100 triliun.

"Secara ekonomi bangsa, hilang kemacetan saja ongkosnya berapa? Ada yang hitung Rp100 triliun ongkos kemacetan ini. Artinya cukup lima tahun beroperasi (MRT) tanpa macet sudah beroperasi," ujar JK.


Namun, dari sisi bisnis, JK tak menampik pembangunan MRT ini tak terlalu menguntungkan. Apalagi tarif tiket bagi penumpang turut disubsidi oleh pemerintah.

"Secara bisnis tidak menguntungkan, karena itu akan subsidi. Tapi kan dari situ muncul pajak sehingga utang MRT itu dapat dibayar," katanya.

(psp/DAL)